UEFA menunjuk wasit asal Italia, Nicola Rizzoli, sebagai pengadil pada laga final Liga Champions 2012-2013 antara Borussia Dortmund dan Bayern München di Wembley, Minggu (26/05/13) WIB.
Rizzoli menyatakan bangga mendapat kehormatan menjadi wasit di partai puncak turnamen antarklub paling bergengsi di tanah Eropa.
Bagi Rizzolli ini merupakan final kedua dalam 3 tahun terakhir. Wasit kelahiran Modena 41 tahun silam juga menjadi wasit final Europa League 2009-2010.
“Saya sangat bangga dengan pencapaian dan perjalanan menuju final. Inilah partai paling penting di level Eropa. Jika melihat 24 tahun karier sebagai wasit, sukar percaya jika saya telah sampai titik ini.”
Pengalaman memimpin final Liga Europa 2010 menjadi bekal bagi Rizzoli. “Sangat membantu untuk memahami bagaimana wasit menangani tingginya tensi yang akan terjadi di partai final.”
Final Liga Champions 2012-2013 akan pertemukan 2 klub Jerman. Rizzoli mengaku sudah meminta informasi dari koleganya asal Jerman. Dia juga sudah melakukan riset sendiri tentang 2 klub.
“Saya beruntung karena bisa mencari semua informasi lewat internet. Jadi saya sudah mempelajari dan mencermati kedua tim,” Rizzoli menerangkan.
Memimpin partai final selalu istimewa. Tapi bertugas pada di final di Wembley menjadikan laga final lebih spesial bagi Rizzoli.
“Wembley mewakili sejarah sepakbola. Anda akan menghirup sejarah dan gairah sepakbola yang murni,” katanya.
Menjadi wasit dalam final pertama yang mempertemukan dua klub Jerman di stadion bersejarah seperti Wembley merupakan pengalaman berharga bagi Rizzoli.
Tapi Rizzoli justru berharap tak ada yang akan mengingatnya usai final. “Saya tak ingin diingat. Saya ingin mereka ingat saat membaca nama wasit. Yang menjadi bintang adalah pemain.”
“Jangan mengingat saya. Itu lebih baik,” ujar Rizzoli.