Kagumi Keramahan Warga Jakarta

Van Gaal Tolak Indonesia

Rabu, 5 Juni 2013 16:45 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Louis van Gaal mengatakan jumlah besar populasi sepeda motor membuat kehidupan di Jakarta identik dengan kemacaten. Saat mampir tahun lalu, Van Gaal butuh waktu 3 jam mengunjungi satu obyek wisata.

“Beruntung kali ini kami dikawal polisi. Jadi tak perlu waktu yang terlalu lama,” kata Louis van Gaal dalam konferensi pers didampingi Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Kees Jansma, Rabu (05/06/13).

“Sesampai di Indonesia, banyak sekali sepeda motor dan skuter. Saya pernah lihat banyak motor sebelumnya, namun ini banyak sekali.”

Meski macet, van Gaal mengaku kerasan di Jakarta karena penduduknya ramah, “Senang di sini. Saya pernah berkunjung ke istana, pasar ikan dan penjual barang antik. Keramahan orang sini mengesankan.”

Terkesan dengan Jakarta tak membuat pria kelahiran Amsterdam, 61 tahun silam, tertarik untuk melatih Indonesia. Van Gaal menegaskan berkarier bersama tim nasional Indonesia bukan sebuah pilihan.

“Saya ingin fokus membawa Belanda menuju Piala Dunia. Setelah itu, mungkin akan melatih tim Liga Inggris, tinggal di Portugal atau melatih klub Portugal, tetapi maaf untuk Indonesia,” tegas van Gaal.

Soal duel kontra Indonesia, Jumat (05/06/13), van Gaal tidak memandang remeh calon lawan. Bekas pelatih Barcelona, Ajax Amsterdam, AZ Alkmaar dan Bayern München telah menganalisis Indonesia.