Indonesia 0-3 Belanda

Gelora Bung Karno Redup

Jumat, 7 Juni 2013 22:45 WIB
Editor: Rawan Kurniawan
 Copyright:

Stadion Utama di Senayan, Jakarta, memakai panggilan tenar satu dari dua Proklamator Indonesia, Bung Karno. Tambahan kata “Gelora” pun pasti bukan sekadar akronim dari “Gelanggang Olahraga”.

Lagu kebangsaan “Indonesia Raya” meluncur dari ratusan ribu orang di SUGBK, termasuk dari mulut beberapa pemain yang belum lama menjadi Warga Negara Indonesia. Gelora telah menebarkan asa.

Tapi penjajah yang datang telah merebut pertempuran mental sejak awal. Belanda memakai warna simbol sejarah kerajaan mereka yang kecil dengan berseragam jingga – pertanda kostum utama tim.

Masa berabad-abad seperti berputar. Pasukan Negeri Bawah yang kecil dan jauh telah menjajah lagi Nusantara. Tim tamu memakai kostum kandang dan memaksa pribumi mengenakan baju tandang.

Penjajahan mulai terjadi. Belanda mengawali laga dengan baik. Serangan dari sisi kanan menjebol gawang Kurnia Meiga. Tapi wasit menganulir gol karena Wesley Sneijder berada pada posisi offside.

Bangsa Indonesia terlecut. Tim Merah-Putih yang memakai kostum hanya putih beraksen hijau coba melawan dengan mengandalkan serangan balik lewat kecepatan Boaz Solossa dan Greg Nwekolo.

Selain Greg yang berasal dari Nigeria, lini depan juga berharap pada pengalaman Sergio van Dijk, pria yang belum lama menanggalkan kewarganegaraan Belanda. Tapi tak satu pun serangan berhasil.

Tim lawan kesulitan pula menembus tembok Muhammad Roby dan Victor Igbonefo yang juga asli dari Nigeria. Tim Oranje pun menghadapi gangguan dari Raphael Maitimo, mantan WN Belanda.  

Tekanan Belanda bertambah setelah Arjen Robben masuk. Tapi peluang dari Sneijder dan kapten Robin van Persie terhadang oleh kecekatan kiper Kurnia yang tampil gemilang menjaga gawang.

Babak kedua, Belanda mengganti Van persie dan Sneidjer untuk memberikan jalan kepada para pemain muda. Siem de Jong mempertegas istilah “jong” (anak muda) dengan gol cepat, menit 55.

Setelah menanduk umpan silang Ruben Schaken, De Jong mengulang keahliannya, sekitar 10 menit kemudian. Dia memanfaatkan kegagalan antisipasi para pemain bertahan indonesia. Skor 2-0.

Usaha Jong Indonesia untuk mencuri gol tak kunjung tiba. Menjelang akhir laga, Belanda justru menambah keunggulan setelah Robben melakukan solo run untuk menguatkan skor akhir 3-0.

Sampai akhir pertempuran, Indonesia tak bisa membalas. Kekalahan di SUGBK terjadi hanya satu hari setelah peringatan kelahiran Bung Karno yang muncul di bumi Nusantara pada 06 Juni 1901.