Tiket Tak Sesuai Harga

Lebih Mahal Rp10 Ribu

Jumat, 7 Juni 2013 20:46 WIB
Editor: Rawan Kurniawan
 Copyright:

Penonton mengeluhkan sistem penjualan tanda masuk yang tak transparan dan tak tertera di lembaran tiket. Semua harga tiket naik sebesar Rp10.000,00 tanpa penjelasan untuk biaya apa.

Semisal penjualan tiket untuk tempat Tribun Atas Gelora Bung Karno, harga yang tertera di tiket sebesar Rp50.000,00 tetapi penonton harus membayar Rp60.000. Begitu pun pada sektor lain.

“Ini pertama kali terjadi, tiket dijual tak sesuai dengan harga yang tertera. Biasanya yang melakukan ini calo,” kata Toni, salah seorang penonton yang merasa seperti membeli tiket palsu atau tak resmi.

Laga Indonesia kontra Belanda berlangsung dengan promotor NineSport. Namun untuk penanganan penjualan tiket, pihak ketiga, yakni Indotix yang bertindak sebagai pengelola.

Penonton lain, Ainul Ridha, mengaku membeli lima tiket Kategori I seharga Rp350 ribu di kantor NineSport Wisma Menara Jamsostek Lantai 16 Jakarta. Setiap tiket kena biaya tambahan Rp10 ribu.

“Bukan hanya di markas NineSport, tapi membeli langsung ke loket penjualan, juga tetap kena tambahan Rp10 ribu. Di gerai sebuah swalayan malah lebih tinggi,” ungkap Ridha.

“Kalau saja 60 ribu penonton dikenakan harga tambahan, jelas Rp600 juta dikumpulkan tanpa pertanggungjawaban,” tambah Ridha yang mencurigai ada “sesuatu” pada sistem penjualan.

Mantan Anggota Exco dan Komite Keamanan PSSI, Ashar Suryobroto, mengatakan, penjualan tiket tak boleh melebihi harga yang tertera. Penetapan harga tanda masuk menonton harus transparan.

“Saya dulu sangat keras dan selalu mengingatkan kepada seksi penjualan tiket agar tak menjual tiket lebih dari harga tertera. Itu jelas pelanggaran dan merugikan masyarakat,” kata Ashar Suryobroto.

Ashar, Purnawirawan Pati Polri, mempertanyakan apakah ada perlakuan khusus dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada penyelenggara sehingga bisa menjual tiket di atas harga tertera.