Setelah mengalahkan Indonesia 3-0, Belanda melanjutkan perjalanan ke China. Di Beijing, Tim Jingga menemukan kejutan saat tuan rumah mengancam sewaktu pertandingan belum berumur 10 menit.
Penonton bersorak tapi tandukan Zheng Zhi tak tepat menuju ke gawang Michel Vorm. Pertandingan berlanjut lagi dan serangan berbalik arah hingga bek Zhang Linpeng menjatuhkan Arjen Robben.
Wasit memutuskan telah telah terjadi pelanggaran berakibat penalti. Striker Manchester United, Robin van Persie, melaksanakan tugas eksekutor Belanda dengan menghukum kiper Zeng Cheng.
Tensi meningkat cepat. Menit 13, Qin Sheng melakukan pelanggaran keras terhadap Jonathan De Guzman. Tayangan ulang mempertegas hukuman kartu merah langsung dari wasit untuk Qin.
Pelatih China asal Spanyol, Juan Antonio Camacho, memprotes ofisial keempat di pinggir lapangan, menyatakan tak suka keputusan wasit. Tapi protes Camacho tak sesakit pengalaman Siem de Jong.
Tak ada lelaki di dunia mau merasakan penderitaan De Jong. Meski sakit di area sensitif dan butuh perawatan, Siem de Jong main lagi dan berharap bisa membuat gol seperti kala melawan Indonesia.
Belanda terus menyerang. Tapi pada babak kedua, China seperti telah menebar mantra di gawang hingga Van Persie tak bisa membuat gol keduanya dan Robben gagal mengulang aksinya di Jakarta.
Tapi dua pemain memiliki cara lain untuk membongkar pertahanan China. Kombinasi Van Persie dan Robben kemudian menguak jalan bagi Wesley Sneijder yang masuk sebagai pemain pengganti.
Gol pada menit 66 menjadi kado bagi Wesley “The Sniper” Sneijder yang baru merayakan usia 29 pada Minggu, 09 Juni 2013 lalu. Belanda pulang membawa kemenangan 2-0 dari Beijing, China.