Sebanyak 11 pemain PSMS mengadu soal gaji berbulan-bulan yang tertunggak sejak putaran pertama PT Liga Indonesia. Mereka terbang ke Jakarta dari Bangka usai menjalani partai lanjutan Divisi Utama.
Melawan PS Bangka, Ayam Kinantan PSMS kalah 2-3. Kekalahan yang membuat PSMS gagal masuk dalam babak 12 besar Divisi Utama.
Sejumlah 11 pemain mengadukan nasib ke penyelenggara kompetisi divisi utama yang berkantor di wilayah HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (11/06/13).
Mereka adalah Hardiantono, Alamsyah Nasution, Irwin Ramadhana, Zulhamsyah Putra, Wiganda Pradika, Aidun Sastra, Muhammad Irfan, Tri Hardiansyah, Doddy dan Susanto, Herdana.
“Kami ada 11 orang. Pada awalnya semua sepakat bersama-sama ke kantor PT Liga. Entah kenapa yang lain pulang dengan berbagai alasan,” kata Hardiantono yang tercatat sebagai kapten PSMS.
“Tapi ya enggak masalah. Siapa yang mau ikut berjuang, ayo gabung. Ini demi menuntut hak.”
Ke-11 pemain bersua sekretaris PT Liga Tigor Shalom Boboy dan pengurus lain. Seperti pertemuan pemain lain ke PT Liga, tidak tercapai jalan keluar karena Tigor hanya bersedia sebagai fasilitator.
“Mereka minta surat keterangan gaji yang harus dibayarkan. Ini sama dengan PSMS Liga Super musim lalu. Hasilnya tetap nihil,” jelas Hardiantono.
Tak hanya operator liga, Hardiantono dkk ingin bertemu ketua umum PSSI Djohar Arifin Husein dan Menpora Roy Suryo, namun gagal karena Djohar sedang di luar negeri.
Tak meraih hasil, masalah baru muncul. Ke-11 pemain tertahan di Jakarta dan tidak bisa pulang ke Medan karena tidak punya uang. Malam pertama di Jakarta, mereka menginap rumah salah seorang rekan.
“Ini kami mau pulang ke Medan tidak bisa. Dari mana duit kami karena gaji tidak dibayar. PT LI masih memproses laporan kami,” jelas Irwin Ramadhana.
Dalam 3 musim terakhir, PSMS identik dengan masalah. Musim lalu, manajemen tak bisa membayar tujuh bulan gaji pemain hingga mendapat bantuan cicilan dari PT Liga dan tidak semua tuntas.
Musim 2012-2013 jadi musim paling parah. Kontrak pemain jauh lebih rendah darpada musim lalu. Pemain baru mendapat gaji sebulan sejak kompetisi bergulir dan pelatih belum pernah menerima gaji.