Kedatangan 11 pemain PSMS Medan ke Jakarta untuk mempertanyakan nasib berkembang makin liar. PSMS mengakui akan terima ratusan juta rupiah bila mau mengalah di Riau dan Jambi.
Hingga Kamis (13/06/13) pagi, ke-11 pemain masih di Jakarta karena tidak punya uang untuk kembali ke Medan. Tujuan ke Jakarta untuk menemui PSSI dan PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi.
Nekat ke Jakarta tanpa uang di saku, mereka mempertanyakan nasib setelah tidak menerima gaji tujuh bulan di PSMS. Selama ini mereka sabar menanti perwujudan janji manajemen.
Sembari menanti kedatangan ketua umum PSSI dan petinggi PT Liga Indonesia di Senayan, Jakarta, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo yang muncul, Rabu (12/06/13) malam.
Seperti kasus yang jamak di klub-klub Indonesia, Roy Suryo hanya mengatakan akan membahas dengan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI)
“Kita akan bicarakan dengan APPI yang mengurus gaji. Saya minta laporan per bulan dari APPI, mana-mana yang sudah diselesaikan dan mana yang belum," kata Roy saat bertemu 11 pemain PSMS.
Suap Bayar Gaji
Ke-11 pemain PSMS adalah Hardiantono, Alamsyah Nasution, Irwin Ramadhana, Zulhamsyah Putra, Wiganda Pradika, Aidun Sastra, Muhammad Irfan, Tri Hardiansyah, Doddy, Susanto dan Herdana.
Keberadaan mereka di Jakarta menguak cerita soal suap dan pengaturan pertandingan. Pencairan gaji selama tujuh bulan akan terwujud bila PSMS mau kalah saat main di markas lawan.
Menjalani lanjutan divisi utama di Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau, melawan Persih (09/05/13) dan menantang Persisko (16/05/13) di Tanjung Jabung Barat, Jambi, PSMS nyaris menjual diri.
Sebelum turun ke lapangan, CEO PSMS Heru Prawono mengatakan gaji dan bonus segera masuk kantong pemain bila PSMS kalah dari Persih.
“Katanya kalau kalah kami bakal gajian, kalau menang pinjaman. Tapi kami punya harga diri, semua sepakat tetap berjuang meraih kemenangan di lapangan,” ungkap kapten PSMS Hardiantono.
Ayam Kinantan PSMS tak mau keok dan malah menang 2-0 atas Persih. PSMS tetap menolak godaan yang kembali muncul menjelang duel di Persisko.
Pelatih PSMS Suharto AD memperkuat pengakuan Hardiantono. Suharto menjelaskan saat technical meeting, Heru mengatakan jika kalah baru gajian. Namun Suharto meminta pemain bermain untuk menang.
Saat bertemu ketua umum PSMS Indra Sakti Harahap dan sekretaris tim Fityan Hamdi di KONI Medan, sebelum berangkat tur ke Riau dan Jambi, informasi yang sama beredar.
“Katanya Rp400 juta diberikan oleh seorang cukong kalau kami kalah,” kata Fityan memperkuat informasi bahwa PSMS akan menerima dana saat kalah di Riau dan Jambi.
Keputusan PSMS menjaga harga diri dan tidak mau kalah di Riau dan Jambi membuat pembayaran gaji makin gelap. Usai tur dari Riau dan Jambi, Heru makin jarang terlihat di mes PSMS, Kebun Bunga.