Stadion Mulawarman, Bontang, Minggu (16/06/13), kembali memakan korban. Ironisnya, korban itu adalah tuan rumah Bontang FC.
Setelah 3 hari sebelumnya kandas oleh Perseman Manokwari dalam lanjutan Liga Primer Indonesia 2013, Bontang kembali takluk, kali ini oleh PSM Makassar dua gol tanpa balas.
Gol pertama Juku Eja lahir pada menit 50 melalui striker kawakan Andi Oddang. Gawang Bayu Anggara kembali bobol oleh playmaker senior Syamsul Chaeruddin beberapa saat kemudian.
"Kesalahan yang sama terjadi lagi seperti ketika kami menghadapi Perseman. Di menit-menit awal, lini belakang putus komunikasi dan tak siap menerima serangan cepat lawan,” kata Dedi S.
“Untuk lini depan, kami memang harus mempertajamnya lagi. Kami harus melakukan pembenahan di semua lini,” sambung asisten pelatih Bontang FC itu.
Tuan rumah sebenarnya punya kesempatan pada 20 menit terakhir pertandingan. Saat itu, PSM harus bermain dengan 10 orang setelah Hendra Wijaya mendapat kartu kuning kedua.
Namun, Bontang gagal memanfaatkan keadaan dan harus puas dengan pil pahit kekalahan kandang kedua secara beruntunnya.
Di lain pihak, pelatih PSM, Imran Amirullah, mengakui timnya tak dalam kondisi fisik fit, setelah perjalanan panjang dari Balikpapan ke Bontang. Namun semua akhirnya berbuah maksimal.
“Saya bangga dengan semangat juang pemain malam ini, mereka bisa keluar dari tekanan tuan rumah, bahkan mampu menciptakan dua gol,” ungkap Imran seusai timnya berlaga.
“Sejak awal saya instruksikan untuk mematikan pergerakan lini tengah dan striker lawan. Usaha itu berhasil dijalankan. Pemain BFC kewalahan dan kami bisa memanfaatkan kelengahan itu,” ujar dia.
Kemenangan PSM itu melengkapi poin penuh dari laga pertama. Di Makassar, tim asuhan Imran Amirullah mendulang menang telak 5-0 atas Bontang FC.