Tahiti senang tampil perdana di turnamen besar. Memiliki hanya seorang pemain profesional, striker Marama Vahirua yang memainkan debut untuk negara, mereka menghadapi juara Afrika, Nigeria.
Dalam waktu kurang 5 menit, Nigeria sudah meniti 1 gol ke gawang Tahiti. Tembakan Uwa Echiejile dari luar petak penalti mengenai dua bek lawan sebelum mematikan langkah kiper Xavier Samin.
Tambahkan 5 menit lagi, penyerang Nigeria, Nnamdi Oduamadi mengobrak-abrik pertahanan Tahiti. Tanpa bantuan rekannya, Oduamadi mengangkat bola menjauhi jangkauan tangan Samin. Skor 2-0.
Oduamadi mengubah skor lagi menjadi 3-0 pada menit 26. Pengalaman main di Varese, klub Serie B Liga Italia, mengasah instink Odu untuk membuat gol kedua saat kiper Tahiti gagal menangkap bola.
Tapi Nigeria mendapat kejutan menyebalkan sesudah istirahat. Babak kedua baru berumur 10 menit, gawang Vincent Enyeama kebobolan oleh sundulan Jonathan Tehau terhadap bola sepak pojok.
Seluruh pasukan Tahiti bersorak karena bisa mencetak gol pertama di tingkat dunia. Tapi euforia hampir selalu menyimpan bahaya dan Tehau membobol gawang lagi tapi kini di pihak timnya sendiri.
Menit 68, Tehau tak tahu hadangan kakinya malah mendorong bola masuk ke gawang rekannya. Bahkan pemain Nigeria sebenarnya tak usah susah-payah karena gol sudah terjadi untuk timnya.
Keunggulan Nigeria bertambah pada menit 75. Oduamadi, striker pinjaman dari AC Milan, menyodok gol ketiganya pada pertandingan di Belo Horizonte setelah menerima crossing dari Brown Ideye.
Sekitar lima menit kemudian, Uwa Echiejile memberi gol keduanya. Tembakan bek sayap Echiejile tak tercegah untuk menguatkan kemenangan Elang-elang Nigeria, 6-1, atas tim amatir Tahiti.