Spanyol 10-0 Tahiti

Juara Dunia Terlalu Tega

Jumat, 21 Juni 2013 04:10 WIB
Editor: Rawan Kurniawan
 Copyright:

Juara Piala Dunia dan Eropa, Spanyol menunjukkan keyakinan besar untuk maju ke semifinal Piala Konfederasi 2013. Setelah mengalahkan Uruguay, La Furia Roja Spanyol santai menghadapi Tahiti.

Merombak squad yang mengalahkan Uruguay 2-1, pelatih Vicente del Bosque mengistirahatkan 8 pemain sewaktu bertemu tim mini Tahiti. Tiga orang lain duduk sebagai pemain cadangan.

Dengan taktik sedikit beda, Del Bosque menjajarkan tiga gelandang di tengah dan memainkan tiga karakter pemain sayap. Fernando Torres dan David Villa kembali berduet setelah lama berpisah.

Menerima bola dari gelandang sayap Juan Mata, Torres berlari sendirian sebelum meluncurkan gol ke gawang kiper Tahiti. Skor 1-0 pada menit 5 menguak jalan pertama menuju ke pesta Spanyol.

Tapi berondongan gol baru muncul setelah lewat setengah jam pertandingan. Striker David Villa dan sayap David Silva menunjukkan kerja sama yang dulu pernah mereka pamerkan di klub Valencia.

Setelah gol Silva pada menit 30, Torres dan Mata memamerkan lagi tik-tak yang mereka asah di klub Chelsea. El Niño Torres bahkan tidak merasa perlu membagi bola kepada Villa di depan area gawang.

David Villa tak usah kecewa karena dia mendapat giliran, hanya 5 menit sesudah Fernando Torres. Mengejar terobosan David Silva, Villa mendului Torres untuk mencetak skor 4-0 sebelum istirahat.

Sekembali dari ruang ganti, Torres menjadi kapten, menggantikan bek Sergio Ramos yang memberi tempat untuk sayap Jesus Navas. Tapi El Guaje Villa yang merebut perhatian dengan gol keduanya.

Villa menyongsong sodoran Nacho Monreal, anggota baru tim nasional Spanyol. Gol ke-55 El Guaje terjadi setelah Spanyol melancarkan serangan bertubi-tubi ke mulut gawang Tahiti pada menit 49.

Tak lama kemudian, Jesus Navas membuktikan kepantasannya. Bekerja sama dengan sesama sayap, dan calon rekannya di Manchester City, David Silva, Navas menyilangkan bola untuk hat-trick Torres.

Menyaingi duetnya, David Villa pun ikut menghasilkan trigol. Berlomba dengan Torres saat mengejar bola panjang Santi Cazorla, Villa menekan kiper Tahiti, Mickaël Roche, yang tampak kian tak berdaya.

Penonton mulai lupa berapa gol sudah terjadi. Tapi Roche menyesali kesialannya saat menggantikan rekan senior di klub dan tim nasional Tahiti, Xavier Samin, yang bobol 6 kali kala melawan Nigeria.

Skor 7-0 cepat membesar lagi. Hanya dua menit sesudah hat-trick David Villa, Juan Manuel Mata ikut menikmati keberuntungannya. Berpadu dengan David Silva, Juan Mata menyeruakkan gol, menit 66.

Tambahan gol ke-9 seharusnya muncul pada menit 77 sewaktu bola silang Navas mengenai tangan bek Tahiti, Ricky Aitamai. Tapi Torres melambungkan tendangan penaltinya ke pojok palang gawang.

Kekurangberuntungan Torres seolah menjadi prestasi tunggal kiper Roche. Dia mengekspresikan doa dan terima kasih kepada Maha Pencipta yang tidak mengizinkan gol lahir dengan cara paling mudah.

Namun Roche lupa, Torres masih punya gairah bocah – sesuai julukannya, El Niño. Hanya semenit sesudah penaltinya gagal, Si Bocah Torres mengejar bola terobosan jarak jauh dari bek Raúl Albiol.

Torres masih berperan untuk proses gol ke-10 Spanyol. Menahan bola dari umpan silang Navas, El Niño cepat menyerahkan kepada David Silva yang berbalik untuk melesatkan penutup pesta.

Menang teramat telak 10-0, Spanyol menegaskan status sebagai pemilik tahta dunia dan Eropa. La Roja memuncaki Grup B dengan 6 poin dan menanam Tahiti ke lubang paling dalam tanpa angka.