Sabtu (22/06) kemarin sekitar 13.45 WIB bus tim Persib mengalamiserangan serang oleh sekelompok orang. Kejadian berlangsung di Jalan Gatot Subroto, saat bus keluar dari hotel Kartika Chandra.
Sebelumnya pihak panitia pelaksana Persija memberikan jaminan keamanan bagi Persib. Tak adanya kepastian dan jaminan keamanan, Manajer Umuh Muchtar memutuskan bus kembali ke Bandung.
Persib Bandung melalui Glenn Sagita, direktur utama PT Persib Bandung Bermatabat mengeluarkan pernyataan resmi.
Persib mengutamakan keselamatan dan keamanan seluruh ofisial dan anggota tim.
Persib menyatakan penyesalan atas penyerangan oleh kelompok liar dan meminta jajaran Polda Metro Jaya mengusut dan menindak para pelaku sesuai hukum yang berlaku di Republik Indonesia.
Persib protes keras dan mempertanyakan minimnya pengamanan yang tersedia, padahal pengalaman menunjukkan pertandingan Persib vs Persija selalu membutuhkan pengamanan maksimal.
Persib mempertanyakan pelecehan nilai Fair Play oleh mereka yang menebarkan teror dan rasa takut dalam sepakbola Indonesia, sehingga mengesankan ingin meraih kemenangan dengan segala cara.
Persib meminta agar PT Liga Indonesia menggelar ulang pertandingan Persib vs Persija putaran kedua ISL musim 2013 di kota yang netral dengan jaminan kemanan dan keselamatan bagi seluruh pihak, baik penyelenggara, tim peserta, penonton di stadion dan masyarakat sekitar tempat pertandingan.
Meminta bobotoh jangan melakukan sweeping terhadap mobil nomor polisi B karena mereka adalah tamu di Kota Bandung yang harus dihormati.
Pelaku penyerangan adalah pengecut yang tidak mungkin berani datang ke Bandung. Dengan demikian, Bobotoh harus tunjukan sifat kesatria dan beradab.
Meminta maaf kepada warga yang telah mengalami kerusakan kendaraan bermotor akibat tindakan beberapa oknum yang mengaku bobotoh tapi tidak bertanggung jawab.