Misteri siapadan motif perusakan bus Persib Bandung jelang laga Liga Super Indonesia kontra Persija Jakarta, Sabtu (22/6/13), masih belum menemui titik terang.
The Jakmania, kelompok suporter Persija, tegas menyatakan pelaku aksi anarkistis itu bukan anggotanya. Mereka merasa ada oknum yang ingin mengacaukan suasana.
“Tiga hari sebelumnya, kami bertemu perwakilan Bobotoh (pendukung Persib). Mereka minta Jakmania berhati-hati, soal potensi pemanfaatan laga itu,” kata Richard Ahmad Supriyanto.
“Tapi, saat ini, kami memegang pernyataan Djadjang Nurdjaman (pelatih Persib),” sambung Wakil Ketua The Jakmania itu lagi pada Senin (24/6/13).
Menurut Richard, Djadjang mengatakan pelaku penyerangan memakai baju bebas, bukan memakai baju orange (warna jersey Persija), sosok yang selama ini jadi gambaran banyak media.
Pernyataan Djadjang yang jadi pegangan para petinggi The Jakmania dan sampai kepada Richard, sebelum Manajer Persib, Umuh Muchtar dan para pemain Persib merilis kronologis kejadian.
Richard sangat menyayangkan, laga itu akhirnya batal berlangsung, setelah Persib memilih kembali ke Bandung atas dasar keamanan.
“Kami juga dapat kabar, pihak kepolisian sebenarnya sudah menyiapkan rantis (kendaraan taktis) untuk membawa para awak Persib setelah kejadian berlangsung,” tutur Richard.
“Tapi saat itu, Umuh menolak dan tetap memilih tidak pergi ke stadion. Persija pun sering diperlakukan seperti itu, tapi tetap main,” papar dia lagi.
Richard menjelaskan, kejadian perusakan bus Persib dilakukan dengan sangat cepat. Hal itu amat tidak biasa, jika memang pelakunya dari kalangan Jakmania.
“Seolah-olah penyerangan itu teroganisir. Setelah kejadian berlangsung, semua pelaku langsung hilang dari tempat kejadian perkara,” kata Richard.
“Padahal, suporter pasti ada yang tertinggal di tempat kejadian. Tapi kalau ini, semua hilang begitu saja,” beber dia lagi.
Insiden itu memukul Persija sendiri. Tim Macan Kemayoran memang tengah merangkak naik ke papan tengah klasemen LSI 2012-2013.
Kembali terusir dari Jakarta merupakan sanksi yang berada di depan mata Persija. Contohnya laga kandang kontra Persita Tanggerang pada Rabu (26/06/13).
Macan Kemayoran bisa bernapas lega setelah pertandingan itu akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
“Tadi, kami sudah bertemu pihak kepolisian, jika laga kontra Persita akan tetap digelar di SUGBK pada pukul 19.00 WIB,” sebut Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Persija, Hanifditya.
“Pertandingan itu akan dihadiri penonton. Hingga Senin (24/06/13), kami masih menunggu kepastian putusan Persija vs Persita, sampai 17.30 WIB sore ini (Minggu kemarin),” ujar dia lagi.
“Semoga saja, kesepakatan tersebut bisa terlaksana dengan apa yang sudah ditetapkan sebelumnya,” pungkas Hanif.
Sisa Laga Kandang Persija
26 Juni 2013: Vs Persita Tangerang
21 Juli 2013: Vs Pelita Bandung Raya
28 Juli 2013: Vs Sriwijaya FC