Soal Dana LPI

Marzuki Tagih Janji 2 Menteri

Selasa, 25 Juni 2013 17:01 WIB
Editor: Daniel Sasongko
 Copyright:

Ketua DPR RI, Marzuki Alie, menyayangkan tindakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Menurut penilaian dia, menilai 2 kementerian itu yang sulit penuhi janji kucurkan dana untuk Liga Pendidikan Indonesia (LPI).

Marzuki juga menyayangkan absennya 2 menteri tersebut saat workshop "Pengelolaan dan Drawing Tingkat Nasional LPI tingkat SMP dan Sederajat" di Twin Plaza Hotel, Jakarta, Senin (24/6) malam.

 “Di situs presiden saja LPI ini masuk, karena (memperebutkan) Piala Presiden. Tapi pembantunya (menteri) tak mengerti,” cetus Marzuki, Senin kemarin.

“Anggaran untuk anak-anak bangsa sangat susah keluar padahal sudah ada slotnya di kementerian itu. Mereka tinggal mengucurkannya,” sambung dia.

“Mengeluarkan anggaran untuk anak-anak bangsa saja harus didorong-dorong,” tandas Marzuki saat memberikan kata sambutan dalam pelatihan itu.

Politikus Demokrat itu mengaku beberapa kali bertemu Mendikbud dan Menpora. Marzuki mengungkapkan, Menpora Roy Suryo sempat berjanji akan menindaklanjuti permasalahan dana LPI.

“Mungkin kalau menteri-menterinya datang, habis acara ini selesai dan besok-besok bisa tanda tangani MoU,” sebut Marzuki lagi.

“Bagaimana pun keberadaan LPI itu membangun karakter bangsa dan anak bangsa. Anak-anak bangsa sudah semangat kok malah kita yang mematikannya,” tegas dia.

Marzuki menambahkan, sejatinya kedua kementerian tak perlu khawatir dana yang dikucurkan untuk LPI akan diselewengkan.

"Karena yang mengelola dana itu mereka, bukan kita. Segala sesuatu mereka yang urus dan tenderkan,” tutur Marzuki lagi.

“Angkanya tak lebih dari 40 miliar per tahun. Malah, 2013 ini turun menjadi 30 miliar ,” tandas Marzuki yang juga salah satu pengagas LPI.

Sejak 2009 hingga saat ini, LPI rutin membesut event Piala Presiden, meski kerja sama dengan PSSI, Kemenpora, dan Kemendiknas tahun ini jadi gelaran terakhir.  LPI memang kerap kesulitan dana.