Demonstrasi besar-besaran menghiasi gelaran Piala Konfederasi 2013 di Brasil. Demonstran menuntut pemerintah membatalkan Piala Dunia 2014.
Para pengunjuk rasa menilai Piala Dunia akan menghambur-hamburkan uang. Padahal banyak warga Brasil yang masih mengalami kesulitan ekonomi akibat krisis ekonomi yang landa Brasil.
Tak kondusifnya situasi keamanan di Brasil juga membuat perhelatan sepakbola terbesar dunia menjadi tanda tanya.
Aparat keamanan menyatakan khawatir terhadap aksi unjuk rasa yang makin membesar. Mereka cemas aksi akan jauh lebih besar saat pelaksaan Piala Dunia 2014.
Tapi FIFA menyatakan belum akan melakukan langkah apapun dan tetap pada keputusan awal, memilih Brasil sebagai tuan rumah Piala Dunia 2014.
“Tak ada rencana B. Saya juga tak mendapatkan tawaran dari negara mana pun,” ujar Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke.
“Masalah keamanan memang selalu menjadi isu dalam setiap penyelenggaraan. Tapi pelajaran dari Piala Konfederasi bakal membantu Piala Dunia," ujarnya.
"Piala Dunia akan tetap di Brasil. Pertandingan pertama akan berlangsung di Sao Paulo, final di Rio."