Media Brasil, Globo Esporte, mengklaim sejumlah pemain Spanyol mengundang wanita Brasil ke kamarnya, seusai La Roja mengempas Uruguay 2-1 pada 16 Juni 2013.
Selasa (25/06/13), Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) membantah kabar tersebut. Bahkan Sergio Ramos ikut geram dan angkat bicara.
“Kami ingin FIFA menyebut pembohong yang hanya mencari popularitas dengan menjelek-jelekkan generasi pemain ini,” tegas Ramos.
Berita itu menyebutkan, pesta Spanyol meriah dengan alkohol beserta dengan wanita-wanita dari luar tim dan mengambil tempat di kamar hotel tim di Recife.
Pesta itu berlangsung setelah kemenangan 2-1 atas Uruguay dalam laga pembuka Piala Konfederasi Brasil 2013.
“Anda tak bisa mempermainkan reputasi negara seperti Spanyol, yang punya citra bersih, dan Anda tak bisa mempermainkan keluarga, pasangan, dan anak-anak yang kami miliki,” ucap Ramos.
“Mempertanyakan semua dengan membuat cerita seperti itu (berita Esporte) adalah tindakan serius,” lanjut dia.
“Kami berharap hukum menempatkan mereka di tempat semestinya dan biarkan kami meneruskan jejak (prestasi) kami,” tegas bek Real Madrid itu.
Setelah Uruguay, La Seleccion kemudian menebas Tahiti dan melibas Nigeria sekaligus memastikan ke semifinal. Spanyol akan menghadapi Italia, Kamis (27/06/13), demi 1 tiket partai puncak.
Di lain pihak, RFEF juga melaporkan perampokan pada malam yang sama, seusai melibas Uruguay dalam laga pembuka
“Enam pemain tim nasional jadi obyek perampokandi hotel tempat menginap tim di Recife. Semua sudah dilaporkan kepada Kepolisian Brasil,” ungkap RFEF.
“Pernyataan ini bukan untuk menyerang panitia pelaksana, FIFA atau Brasil, yang telah menyambut tim nasional Spanyol. Kejadian itu bisa terjadi di mana saja, termasuk Spanyol,” sambung federasi itu.
“Sejak itu, serangan verbal tertuju untuk pemain. RFEF membantah total dan tegas mengecam. Semua menghancurkan kehormatan para pemain, keluarga, dan rekan-rekannya,” tutur RFEF.
Keamanan memang jadi isu miring di Brasil dan akan jadi perhatian utama saat Piala Dunia 2014 dan Olimpik 2016 akan berlangsung.
Sepanjang turnamen, unjuk rasa membanjiri Brasil, dengan memprotes isu soal biaya hidup yang besar, layanan transportasi umum yang buruk, korupsi, dan tindak kekerasan dari pihak berwenang.