Manajemen Persebaya 1927 masih belum memutuskan nasib Ibnu Grahan, setelah melakukan mengevaluasi tim pada Kamis (25/07/13).
Sebelumnya tersiar kabar Bajul Ijo bakal memecat Ibnu, karena tak puas dengan kinerja dia. Hanya berperingkat kelima di putaran pertama Liga Primer Indonesia membuat manajemen gerah.
"Manajemen masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut soal posisi Ibnu. Sampai saat ini belum ada keputusan apapun soal nasib Ibnu Grahan," kata Surahman, kepada Antaranews.
Menurut Sekretaris PT Persebaya Indonesia itu, manajemen baru membahas soal keuangan, belum menyentuh tim, termasuk pergantian pelatih.
Rabu (24/07/13), Ibnu menyatakan siap meninggalkan Persebaya seiring dengan rencana manajemen melakukan evaluasi menyeluruh.
"Kalau memang hasil evaluasi memutuskan saya harus diganti, saya siap menerimanya. Asalkan hak-hak saya berupa gaji diselesaikan oleh manajemen," tegas Ibnu.
Ibnu tak khawatir karena sejak lama dia ingin mundur dari jabatan Pelatih Persebaya, ketika posisi Gede Widiade masih menjabat sebagai CEO.
Hingga saat ini, gaji Ibnu selama 2,5 bulan belum terbayar oleh pihak manajemen Persebaya, namun dia tetap menjalankan kewajiban sebagai pelatih seperti biasa.