Negosiasi Akuisisi Inter Berlanjut

Erick Dapat Lampu Hijau

Sabtu, 3 Agustus 2013 22:34 WIB
Editor: Daniel Sasongko
 Copyright:

Sabtu (03/08/13) Presiden Internazionale Milano, Massimo Moratti, menjelaskan mengapa sampai melepas sebagian saham kepemilikan dia kepada pengusaha Indonesia, Erick Thohir.

“Definisi nostalgia adalah berada di belakang Anda. Saya memutuskan melihat masa depan. Berbagai pihak terus bicara soal utang, tapi itu perspektif yang salah,” sebut Moratti kepada La Gazzetta dello Sport.

“Problem utama adalah pendapatan. Pengembangan klub membutuhkan sumber daya itu. Saya khawatir dengan masa depan klub,” sambung taipan minyak Italia lagi.

“Itu semua terpisah dari ekspansi nama baik (Inter) di pasar internasional, di mana juga harus dituntaskan,” cetus Moratti.

Besaran saham masih belum tersiar. Sebelumnya kabar media Italia Erick menginginkan 40 persen saham I Nerazzurri.

Belakangan muncul rumor terbaru, Erick menginginkan 75 persen saham Inter dan menyediakan 35o juta euro (sekitar Rp5,25 triliun).

Saham sebanyak itu akan membuat Erick melesat sebagai Presiden Inter dan resm melengserkan Moratti dari jabatan dia sekarang.

“Keterlibatan Thohir bukan semata berarti sentimental. Keputusan itu merupakan kebutuhan rasional,” tukas Moratti dalam wawancara dengan Gazzetta.

“Saya juga memahami fans dengan baik. Apa yang pertama di pikiran saya terhadap mereka berdasar karena Inter adalah milik mereka yang mencintainya. Percayalah, saya melakukan ini untuk mereka,” tegas dia.

La Beneamata memang tengah berjuang di sisi bisnis, setelah kesulitan berkompetisi di Liga Champions. Saat Inter meraih treble winners pada 2010, klub itu membukukan perputaran dana (turnover) klub itu mencapai 251 juta euro.

Saat ini Inter hanya menorehkan turnover 170 juta euro. Penyebab menurunnya kinerja finansial Inter sebagian besar karena gagal lolos ke Liga Champions. Moratti sadar Inter tertinggal dari klub-klub besar lain.

“(Lolos ke Liga Champions) juga berarti luapan kegembiraan, tapi (Inter) juga telah membuang kesempatan itu dengan sia-sia,” tutur Moratti.

Kini, setiap musim Inter mengalami kerugian 70 juta euro dan angka itu konstan. Sekilas Moratti ingin mengubah kebiasaan lama manajerial, dengan memberi kesempatan masuknya pemegang saham asing.

“Kedatangan Thohir tak serta-merta menghilangkan input dari pemegang saham yang lain di ranah keluarga manajemen Inter,” janji Moratti. Dia mengibaratkan Inter sebagai gadis manis bertalenta.

“Inter akan diatur dengan cara modern, gaya trendi internasional. Jika diperlukan saya akan tinggal memberi kontribusi, tapi jangan buat peran saya lagi seperti kisah mitologi,” tegas dia.

Itu merupakan lampu hijau bagi Moratti kepada Erick Thohir. Dia telah siap melepas Inter dan menilai Erick sebagai sosok yang tepat untuk kembali memajukan Inter.