Hingga jeda Lebaran, komposisi terbawah Liga Super menjadi hunian Persita Tangerang, Persiwa Wamena, Pelita Bandung Raya, Persidafon Dafonsoro dan PSPS Pekanbaru.
Persita dan Persiwa di posisi ke-14 dan ke-15 dengan 31 dan 30 nilai. PBR dan Persidafon sama punya angka 26 di peringkat ke-16 dan ke-17. PSPS jadi juru kunci dengan 17 angka.
Selain PSPS yang hampir pasti turun kasta, dua tiket terakhir akan berasal dari penghuni posisi ke-16 dan 17, peringkat yang kini menjadi milik Persidafon dan PBR.
Peluang Persidafon dan PBR masih terbuka lebar saat masih tersisa beberapa pertandingan. Apalagi PBR punya kelebihan dua partai dari pesaing-pesaing di zona degradasi.
“Kompetisi masih menyisakan beberapa partai. Kami optimistis lepas dari degradasi. Pemain akan berjuang keras untuk bertahan," kata Marco Gracia Paulo, Direktur Performa Kreasi Pasundan (pengelola PBR).
Keyakinan juga terlontar dari kubu Persiwa. Manajer Agus Santoso menegaskan kondisi keuangan yang tidak sehat tidak akan mengurangi semangat pemain demi bertahan di Liga Super.
"Kami tidak pernah berpikir terdegradasi. Pemain akan berjuang keras walau ada masalah finansial. Persiwa sebagai kebanggan masyarakat pegunungan tengah harus tetap di Liga Super," kata Agus.