Hidayat membutuhkan dana untuk membiaya pengobatan cedera pinggang yang mendera saat berlatih bersama klub. Sayang Hidayat tidak mau membuka informasi soal klubnya.
“Saya minta tolong ke Pak Menpora. Kalau tidak ada dana, saya minta apalah untuk kesembuhan saya," kata Hidayat, Kamis (15/08/13).
Hidayat menolak membuka identitas klub yang sudah lima bulan tidak membayar gajinya, “Kalau ada gaji saya bisa berobat ke rumah sakit.”
Ketiadaan dana membuat Hidayat terpaksa menjalani pengobatan tradisional. Hidayat menegaskan klub seharusnya bertanggung jawab karena cedera terjadi saat Hidayat membela klub.
"Saya harusnya terapi pemulihan. Kalau dibiarkan makin parah. Kalau cedera, tim profesional harus bertanggung jawab. Kalau amatir enggak apa-apa tidak bertanggung jawab, tapi ini klub profesional.”
Selama menjalani pengobatan, Hidayat mengaku bergantung kepada kasih sayang orangtua yang mengandalkan uang pensiun.
Cedera tak mengubur ambisi Hidayat Berutu untuk kembali ke panggung sepakbola nasional dengan terus berlatih. Alasan lain latihan menjaga kebugaran fisik.
"Saya latihan terus. Saya paksa. Saya pernah tak berlatih dalam satu hari soalnya pas bangun tidur, rasa sakitnya terasa sekali. Saya latihan karena takut gendut,” ungkap eks pemain Persikad Depok.
Yang pasti Hidayat Berutu masih punya impian kembali mengenakan kostum nasional dalam tahun ini. Target terdekat adalah menjadi bagian dalam tim yang tampil di SEA Games 2013.
Kabar Hidayat Berutu pertama kali muncul di situs jual beli online, TokoBagus.com. Hidayat menjual baju tim dan dua medali untuk membiayai pengobatan dan kebutuhan sehari-hari.