PSSI masih dalami laporan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) sebagai regulator kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) 2012/13 putaran pertama.
“Kami sedang bekerja keras, memeriksa dokumen yang diajukan PT LPIS. Dokumennya banyak sekali,” tukas Ketua Komisi Disiplin PSSI, Hinca Pandjaitan, Rabu (28/8/2013).
Hinca melanjutkan PSSI berjanji menindak tegas klub yang diduga melanggar aturan, seperti klub yang sengaja tak mau menggelar laga atau tak datang ke pertandingan sehingga dinyatakan kalah WO.
“Ya, kami kejar target itu. Kami bekerja siang-malam sejak pekan lalu. Hukumannya tegas dan jelas. Tunggu saja hasil investigasi kami,” tandas Hinca.
Hinca kaget karena banyak klub LPI yang kalah WO, namun tak ada tindakan tegas apapun dari PT LPIS selaku pengelola kompetisi LPI 2012/13.
“Saya heran banyak klub yang walk out (WO). Laporan tersebut banyak. Biasanya, klub yang WO itu tamu, kalau di LPI, justru tuan rumahnya. Selain aneh, ini unik,” cibir Hinca Pandjaitan.
Komisi Disiplin, kata Hinca, tak akan memberi toleransi atas pelanggaran disiplin yang dilakukan klub. Hinca mengacu pada Pasal 57 Kode Disiplin PSSI, dengan sanksi denda Rp 100 juta hingga disqualifikasi.
“Hukumannya tegas dan jelas. Aturan di PSSI, jika klub sampai WO dua kali beruntun, maka didegradasi. Tapi di LPI, bisa WO berkali-kali tanpa degradasi. Kontestan LPI seperti tak niat di sepakbola,” tukas dia.
Mengenai kemungkinan disqualifikasi klub ini, Hinca enggan berkomentar lebih jauh. “Tunggu saja hasil investigasi kami,” ujar dia.
Pada putaran pertama LPI, tercatat sedikitnya 11 aksi WO dilakukan klub-klub peserta. Mereka beralasan tak memiliki dana untuk menjalani pertandingan.
Lebih miris lagi, aksi WO juga dilakukan klub tuan rumah. Hal ini terjadi saat Persibo Bojonegoro mundur dari pertandingan saat dijadwalkan menjamu Arema LPI pada 18 April 2013 lalu.