2013 UEFA Monaco Charity Award

Cruyff dan Down Syndrome

Jumat, 30 Agustus 2013 13:11 WIB
Editor: Daniel Sasongko
 Copyright:

Johan Cruyff tak bisa menyembunyikan rasa gembiranya, ketika Presiden UEFA Michel Platini memberikan giant cheque senilai €1 juta atau sekitar Rp14,4 miliar (kurs Rp14.459).

Momen di Grimaldi Forum, Monaco, Kamis waktu setempat atau Jumat (30/08/13) WIB, itu merupakan penganugerahan 2013 Monaco Charity Award. Yayasan Johan Cruyff mendapat kehormatan untuk menerima.

“Itu bermakna besar.  Pertama, karena itu merupakan pengakuan atas apa yang kami lakukan, betapa penting hal itu,” cetus Cruyff.

The Cruyff Foundation berdiri pada 1997. Bagi sang pendiri, yayasan itu terinspirasi dari persahabatannya dengan seorang bocah penderita Down Syndrome di Amerika Serikat.

Bocah itu mencintai olahraga, namun dia tak ingin bergabung anak-anak lain karena ketakutannya terhadap penolakan mereka.

Cruyff –pemenang Piala/Liga Champions bersama Ajax dan Barcelona—menghabiskan waktu melatih bocah itu bermain sepakbola. Bomber legendaris Belanda itu berhasil melejitkan kepercayaan diri si bocah.

Suatu hari Cruyff menemukan bocah penderita Down Syndrome itu bermain sepakbola jalanan dengan anak-anak seusianya.

Itu yang memberi inspirasi Cruyff, bagaimana anak-anak dapat termotivasi untuk aktif dan menikmati olahraga. Dia sadar, yayasannya dapat menyatukan anak-anak dengan komunitas sekitar mereka.

Monaco Charity Award sejalan dengan apa yang telah Cruyff lakukan dengan yayasannya dan selaras dengan yang telah Dewan Petinggi UEFA gariskan.

“Kontribusi kami akan membantu pembangunan lapangan di seluruh Eropa – Lapangan Cruyff — untuk mendorong anak-anak berolahraga, dengan memberikan kembali tempat bermain mereka,” tutur Platini.