Kisruh Sriwijaya FC

Kashartadi Tuntut Gaji

Kamis, 5 September 2013 14:22 WIB
Editor: Artha Tidar
 Copyright:

Pelatih Sriwijaya FC (SFC), Kashartadi menyatakan pemain dan tim pelatih berencana tidak berangkat ke Kalimantan untuk menghadapi Persiba Balikpapan (11/09/13) dan Barito Putera empat hari berselang.

“Jika gaji dan uang muka tersebut tak ada, kami tidak akan berangkat ke Kalimantan. Kami hanya akan berangkat jika sudah dibayar,” ujar Kashartadi pada Kamis (05/09/13).

Pemain dan pelatih SFC memilih mogok untuk berlatih. Gaji selama dua bulan serta uang muka sebesar 30 persen yang belum dibayarkan manajemen Laskar Wong Kito, menjadi penyebabnya.

Kashartadi akui aksi mogok berlatih itu dilakukan sejak Jumat (30/08/13) atau sehari setelah berhadapan Persisam Samarinda di Stadion Jakabaring, Palembang. Di laga itu, Laskar Wong Kito takluk 1-3.

“Menurut saya, persoalan seperti ini membuat motivasi pemain hilang. Dan, terbukti, saat kami kalah, ya karena dipicu faktor seperti itu,” jelasnya.

Ia menjelaskan aksi itu didahului dikirimnya surat pernyataan sikap yang dibubuhi tanda tangan kepada manajemen.

“Hanya Lee Dong Won dan Erick Weeks Lewis yang tak ikut tanda tangan, karena mereka tak ada di tempat saat itu,” terang eks striker klub Kramayudha Tiga Berlian (KTB) era 90’an ini.

Kashartadi menjelaskan bahwa manajemen sampai saat ini hanya berjanji. Manajemen, disebutnya, baru membayar gaji serta uang muka, bila ada kucuran dana sebesar 2,5-3 miliar rupiah dari PT Liga.

“Saya tidak tahu, uang dari PT Liga itu peruntukannya untuk apa. Besaran nilai gaji serta uang muka, ya bervariasi tergantung isi kontrak masing-masin pemain dan tim pelatih,” terang pria 43 tahun ini.