Isu Jual Pertandingan

Persik Krisis Percaya Diri

Rabu, 11 September 2013 15:07 WIB
Editor: Daniel Sasongko
 Copyright:

Persik Kediri terhantam isu menjual pertandingan versus Perse Serui di babak semifinal Divisi Utama Liga Super Indonesia di Stadion Manahan, Solo, Minggu (08/09/13).

Rumor itu merebak setelah Persik yang sempat unggul dua gol tanpa balas di paruh pertama, akhirnya tersusul Perseru 2-2 hingga akhir babak kedua. Setelah 120 menit, Persik kalah 6-7 melalui adu penalti.

Kekalahan itu membuat Persik gagal kembali ke arena Liga Super Indonesia. Dan dalam laga itu, Pelatih Persik Aris Budi Sulistyo menggantikan sejumlah pemain pilar dan itu membuat isu jual laga kian merebak.

"Yang pasti kita kalah. Kita koreksi diri. Kalau mengenai isu pertandingan itu dijual, sama sekali tidak ada. Saya bisa pastikan 300 persen saya berani bilang tidak ada," tegas Aris, Rabu (11/10/13).

Imbas isu itu, Persik mengalami krisis kepercayaan diri, mulai dari pemain hingga ofisial, termasuk dua legiun asing mereka.

Selasa (10/9/2013) pagi, Oliver Makor dan Al Haji Adaman bahkan telah berkemas hendak pergi, karena mendengar isu itu. Untung aksi nekat dua pemain asing Persik itu bisa teredam manajemen.

"Kenapa saya ganti Faris (Aditama), Makor, dan Al Haji. Karena Faris bukan tipe seorang pemain yang bisa meladeni permainan keras,” tegas Aris di laman Berita Jatim.

Dia bilang, Faris sempat berlari ke pinggir lapangan dan mengaku capek, minta berhenti. Menurut Aris, sekuat apa pun mental pemain, jika menghadapi lawan keras, fisik mereka bakal turun juga.

"Mengapa saya mengganti Haji dan Makor, saya belajar dari Manajer Persik dulu, Iwan Budianto. Kalau selama ada pemain lawan bisa bikin gol dalam waktu 10 menit, kita harus ada evaluasi pemain belakang,” timpal Aris.

“Ini pembelajaran dari beliau, yang sekarang di Arema (Indonesia). Saya ikut dengan beliau mulai 2001 hingga 2009. Saya menggantikan pemain bukan karena marah dengan si A atau si B," tegas dia lagi.

Aris menyatakan, Makor pemain yang elegan. Dia bisa mencetak gol lebih dari empat ketika Persik berlaga di Liga Primer Indonesia. Tetapi, saat membela Persik di semifinal, penampilannya tak maksimal.

" Ibaratnya, kalau seorang anak biasa dapat nilai 8, bodo-bodonya dapat nilai 7. Kalau dapat nilai 5 apa saya tidak ganti?" beber Aris beretorika.

Berbekal alasan dan pertimbangan itu yang membuat Aris mengganti ketiga pemain andalan Persik saat babak kedua. Aris berharap masyarakat Kediri terus memberi dukungan.