Viking –melalui Ketua Herru Djoko—menilai Komisi Disiplin PSSI tak adil menjatuhkan sanksi larangan 12 bulan saksikan laga tandang Persib Bandung.
Selama durasi itu Viking tak mendapat lampu hijau mendukung Persib secara langsung. Hukuman itu sebagai imbas kericuhan dengan The Jakmania di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 28 Agustus 2013.
“Jadi kejadian di Sleman berpotensi jadi kerusuhan besar tapi akhirnya jadi kericuhan kecil. Panpel dan Kapolres bekerja dengan baik, semua sudah ditangani,” ucap Herru di laman Simamaung, Kamis (12/09/13).
“Kerusuhan yang terjadi hanya kecil, harusnya Komdis melihat semuanya lebih dahulu. Jadi keputusan itu tidak tepat,” tutur pemilik Viking Shop itu.
Dalam keputusan itu, Ketua Komdis PSSI Hinca Panjaitan menilai bobotoh jadi biang kericuhan di bangku penonton. Dasar hukuman itu membuat Herru menilai Komdis tak punya informasi cukup sebelum memutuskan.
“Pak Hinca tidak mengerti. Saya tahu mengapa bobotoh telat masuk stadion. Pak Hinca harusnya berterima kasih ke panpel dan Kapolres di sana,” cetus Herru.
“Karena Panpel yang selalu berkoordinasi, karena Kapolres yang cekatan, dan semua (pihak) menyadari bagaimana agar tidak terjadi kerusuhan besar,” lanjut dia lagi.
”Semua memikirkan bagaimana caranya agar pertandingan bisa digelar. Jadi menurut saya Pak Hinca tak mengerti hal ini,” tambah Herru.
Rabu 11 September 2013, Komdis PSSI telah menjatuhkan hukuman denda Rp50 juta terhadap panitia pelaksana pertandingan Persija Jakarta versus Persib pada 28 Agustus lalu.
Nilai denda yang sama juga jadi tanggungan Persib. Sanksi lainnya tentu terhadap Viking yakni selama 12 bulan haram menyaksikan langsung Persib di lapangan, mulai Rabu kemarin.