Buntut Pemecatan Pemain

FIFA Hukum Arema

Jumat, 13 September 2013 23:16 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Sekjen PSSI Joko Driyono menjelaskan keputusan FIFA yang mengurangi tiga poin Arema di kompetisi Liga Super Indonesia. Selain pengurangan angka, FIFA mendenda Arema sebesar 5.000 franc Swiss

Hukuman yang menimpa Arema sebagai puncak perselisihan dengan Jean Landry Poulangoye. Jean yang berdarah Prancis sempat memperkuat Arema dalam kurun waktu 2009-2010.

Keputusan Arema memecat Jean berbuntut panjang dengan langkah Jean melapor ke FIFA. Setelah lama tak terdengar, keputusan FIFA berujung pada hukuman untuk Arema, tiga tahun setelah laporan Jean.

Joko menyatakan FIFA telah memutus nasib Jean pada 31 Januari 2013. FIFA kemudian mengirim surat pemberitahuan kepada PSSI pada 08 Februari 2013.

“Kami membalas surat FIFA dan meminta hukuman tersebut diimplementasikan pada musim depan mengingat Arema masih dua," kata Joko di PSSI, Jumat (13/09/2013).

FIFA membalas surat PSSI dengan penjelasan bahwa FIFA tidak memandang dualisme Arema. FIFA menegaskan hukuman berlaku untuk musim ini.

“Mereka tidak peduli Arema A atau Arema B. Mereka meminta hukuman tersebut dieksekusi pada musim ini. Jika tidak, PSSI dilarang ikut serta dalam seluruh kompetisi FIFA,” Joko menjelaskan.

Arema harus segera membayar denda, bila tidak  Arema bakal mendapat sanksi tambahan berupa degradasi ke kompetisi yang lebih rendah. Keberadaan Indonesia juga akan haram di kompetisi FIFA.