Manajemen Persiba Bantul mengancam akan membubarkan klub. Persiba tidak akan ada lagi jika PSSI tidak menyertakan empat besar Indonesia Premier League (IPL) ke kompetisi baru versi ISL.
Menurut rencana Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia, klub-klub yang bercokol di peringkat 1-4 IPL akan berlaga di Divisi Utama baru. Empat besar IPL tidak berkompetisi di Indonesia Super League.
Saat ini, Persiba berada di urutan 3 kompetisi IPL 2012-2013. Kalau tidak promosi ke Divisi Super, klub dari Bantul menyatakan akan mengakhiri kehadiran mereka dalam jagad sepakbola Indonesia.
Tapi sebelum mewujudkan ancaman, Persiba Bantul meminta PSSI memperbaiki keadaan. Briyanto Anwar Syarief, Manajer Persiba, meminta induk organisasi memperjelas dualisme klub di dua liga.
Dualisme klub-klub dan penilaian ketakabsahan beberapa tim akan berdampak terhadap hasil akhir kompetisi musim 2012-2013 sekarang. PSSI seharusnya tidak menganggap ada klub yang tak sah.
Lebih jauh, Briyanto meminta PSSI untuk segera menindak tegas PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) sebagai pengelola IPL. Persiba menilai, pengurus LPIS tak becus melaksanakan kompetisi.
Dari pengalamannya, permasalahan yang timbul selama IPL karena ketidakmampuan pemangku di LPIS. Sebagai contoh, saat menjamu Persebaya 1927 di Stadion Sultan Agung Bantul, Agustus 2013.
Waktu itu, seluruh perangkat (wasit, hakim garis, offisial pertandingan) berasal dari Bantul. Tuan rumah Persiba lalu memilih tidak bertanding dan kemudian LPIS menyatakan mereka kalah WO.
“Pilihan (tidak bertanding) itu kami lakukan karena kami tidak ingin dianggap dibela wasit oleh tamu kami. Kami menganggap apa yang dilakukan LPIS tidak fair play,” kenang Briyanto Anwar Syarief.
Paserbumi Dukung Manajemen
Ancaman pembubaran Persiba Bantul mendapat dukungan dari fans. Hanung Raharjo, Lurah Paserbumi, setuju Persiba bubarkan bila tidak masuk dalam kasta tertinggi kompetisi Indonesia.
Seperti Briyanto, Hanung menilai semua kerja keras dan pengorbanan manajemen, pemain, dan suporter tidak berguna kalau Persiba tidak masuk ISL.
“Kami yakin, managemen memiliki visi dan misi yang jelas saat menyatakan membubarkan diri dan kami pastikan Paserbumi tetap berada di belakang mereka untuk mendukung,” pungkas Hanung.