Jika Tak Masuk Divisi Tertinggi

Persiba Mengancam Bubar

Jumat, 20 September 2013 09:16 WIB
Editor: Rawan Kurniawan
 Copyright:

Kisruh sepakbola Indonesia masih menyisakan banyak dampak negatif. Rencana penggabungan dua kompetisi, Indonesia Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL) meninggalkan masalah.

Persiba Bantul menyatakan tidak setuju bila klub dari IPL menjadi korban. Briyanto Anwar Syarief, Manajer Persiba, menunjuk kerugian yang menimpa timnya jika PSSI jadi merealisasikan rencana.

Dalam rencana PSSI, tak ada lagi IPL beserta kompetisi turunannya pada musim 2013-2014 depan. Semua klub IPL, tanpa melihat hasil klasemen, akan bergabung ke Divisi Utama versi subordinat ISL.

“Kami menilai rencana pengabungan klub-klub IPL ke Divisi Utama tahun depan melanggar hasil kongres PSSI di Surabaya pada Juni lalu,” jelas Briyanto yang menganggap PSSI bersikap tidak adil.

Sesuai hasil kongres, empat besar IPL akhir musim berhak berlaga di kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia versi ISL. Di klasemen Premier League, saat ini Persiba Bantul bercokol di peringat 3.

Dengan kondisi yang sangat terbatas, dari sisi finasial, Briyanto sebenarnya optimistis, Persiba bisa menyelesaikan kompetisi yang berakhir November 2013. Dia yakin timnya akan lolos ke liga teratas.

Tapi kalau PSSI memaksakan pengabungan klub IPL ke Divisi Utama, Briyanto menilai, segala usaha manajemen dan tim Persiba tidak berarti lagi. Padahal Tim Paserbumi sudah berjuang susah-payah.

“Daripada PSSI tidak menghargai segala jerih-payah kami, lebih baik kami mengikuti jejak Semen Padang yang membubarkan diri dan itu adalah pilihan terbaik,” Briyanto melontarkan ancaman.