Qualifikasi Piala AFC U-16

Tak Cuma Kuda Hitam

Selasa, 24 September 2013 17:02 WIB
Editor: Artha Tidar
 Copyright:

Setelah tampil di Piala AFF U-16, kini tim nasional Indonesia U-16 bidik target lebih tinggi, yakni lolos qualifikasi Piala AFC U-16. Meski berada di grup berat, Timnas optimistis lewati persaingan itu.

Di qualifikasi Piala AFC U-16, Timnas berada di Grup J yang akan tanding di Malaysia, 25-29 September 2013. Mereka bergabung dengan tim kuat Jepang, Vietnam dan Filipina.

“Yang diwaspadai tentu Jepang dan Vietnam. Jepang katanya menurunkan tim U-14. Tapi Jepang unggul dalam teknik, Vietnam di fisik,” jelas Mundari Karya, asisten pelatih timnas U-16, Selasa (24/09/13).

Menurut Mundari, Timnas sudah melakukan persiapan dengan baik. Mereka meraih hasil positif saat mencapai final Piala AFF U-16. Timnas gagal menjadi juara setelah kalah dari Malaysia lewat drama adu penalti.

“Piala AFF U-16 itu ajang pemanasan. Target kami lolos ke putaran final Piala AFC U-16. Anak-anak juga berkorban besar. Mereka sudah meninggalkan sekolah selama tiga bulan,” ungkap Mundari.

Sukses Timnas U-19 menjuarai AFF U-19 menjadi motivasi. Evan Dimas dkk menaklukkan Vietnam lewat adu penalti di final. Timnas U-16 pun bertemu Vietnam di laga perdana qualifikasi, Rabu (25/09/13).

Squad binaan Sutan Harhara bertolak menuju Kuala Lumpur pada Selasa (24/09/13). Sama seperti saat tampil di Myanmar dulu, Indonesia tetap akan berkekuatan 23 pemain.  

"Dan starting line up-nya tak ada perubahan besar. Mereka ialah kerangka tim ini. Dan kami tak mau sekedar jadi kuda hitam di ajang ini," tegas Mundari.

Dari starting eleven yang regular tampil di Myanmar lalu, ada beberapa nama yang layak dapat pilihan utama kembali.

Untuk penjaga gawang, tetap jadi milik Panggih Prio Sembodho. Posisi back four, quartet Samuel Christianson, Anang Kustiawan, Dandi Maulana, dan Jujun Saepulloh kembali jadi andalan.

Sektor lini tengah sudah jadi kavling Dicky Rhomadona, Habib Arif Fadila, Reksa Maulana, dan Dodi Alfayed. Lalu ujung tombak bermateri Gatot Wahyudi dan Muhammad Awal Fadjri.