Bantah Anak Tirikan LPI

PSSI Siap Lawan Persebaya

Jumat, 27 September 2013 20:35 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Manajemen Persebaya 1927 mengadu ke CAS untuk meminta kepastian klub mana yang berhak memakai nama Persebaya.

Langkah Persebaya 1927 sebagai respons atas keputusan PSSI yang menyatakan Persebaya yang mendapat pengakuan dari PSSI adalah yang promosi ke Liga Super Indonesia (LSI).

Dualisme menghantui tubuh Persebaya dalam beberapa tahun terakhir. PSSI hanya mengakui Persebaya yang baru promosi di LSI dan tidak mengakui Persebaya 1927 yang berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI).

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menegaskan keputusan pengakuan tunggal untuk Persebaya versi Liga Super Indonesia berdasarkan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di, Jakarta, 17 Maret 2013.

“Kita hargai semua upaya hukum siapapun demi memperjelas status mereka," ujar sekretaris jenderal (sekjen) PSSI Joko Driyono di Jakarta, Jumat (27/09/13).

Keputusan PSSI melahirkan wacana kalau PSSI hanya menganakemaskan Liga Super dan tidak mau tahu dengan masa depan klub yang berlaga di Liga Primer.

Tak hanya mengomentari status Persebaya, Joko juga menyinggung nama Evan Dimas yang meniti karier di Persebaya 1927.

Joko menegaskan pengalihan status Evan Dimas dari pemain muda menjadi pemain profesional merupakan wewenang PT Liga Prima Indonesia (LPIS), kompetisi tempat Persebaya 1927 bermain.

“Posisi PSSI hanya membantu yang bersangkutan agar bisa bermain di mana pun,” jelas Joko soal status Evan Dima yang sukses memimpin Indonesia menjuarai Piala AFF U-19.

“Kami sudah beri surat kepada LPIS agar pengesahan dilakukan di domain LPIS. Kaitannya dengan keanggotaan, makanya tidak bisa diputuskan PSSI.”