Djadjang Nurdjaman bersyukur mampu menjalankan tugas sebagai Pelatih Persib Bandung selama semusim. Menurut dia, tekanan menjadi nakhoda tim Maung Bandung sangat berat.
Bahkan, menurut Djadjang, keluarganya juga turut merasakan tekanan berat tersebut. Karena itu, saat Persib memberikan opsi perpanjangan kontrak, Djanur belum bisa memutuskan.
“Jujur berat sekali sebetulnya mereka yang sangat merasakan betapa beratnya, terutama anak saya,” imbuh Djanur di laman Simamaung, Selasa (01/10/13).
Kritikan terberat yang mengarah terhadap keluarga Djanur adalah desakan kepada Persib untuk mengganti pelatih. Padahal Djanur merasa telah membawa Persib berprestasi lebih baik ketimbang musim sebelumnya.
“Tapi orang-orang di sini masih tetap memojokkan saya, itu yang paling sering dirasakan sama keluarga,” tegas Djanur yang pernah menjabat sebagai asisten pelatih Rahmad Darmawan.
Djanur memang baru pertama kali ini berperan sebagai pelatih kepala. Namun, dia merasakan peran itu tak jauh berbeda setelah sebelumnya berposisi sebagai pelatih antarwaktu (caretaker).
Djanur bersyukur mampu menyelesaikan tugas sebagai pelatih kepala Maung Bandung selama semusim dan membawa klub itu berposisi ketiga di klasemen akhir Liga Super Indonesia.
“Alhamdulillah saya selamat. Di tahun-tahun sebelumnya barangkali baru dua atau tiga bulan sudah terjadi pencoretan. Alhamdulillah, saya selamat satu tahun, itu juga patut saya syukuri,” tutur Djanur.