Tampil dengan jadwal yang amat padat pada babak qualifikasi AFC U-19 2014 membuat tim pelatih tim nasional Indonesia U-19 harus pintar-pintar mengatur siasat.
Selain rotasi pemain, demi kebugaran, mereka mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi, yakni terapi air. "Namanya hydro-massage," kata fisioterapis Timnas U-19, Aditya Prameswara, pada Kamis (03/10/13).
Terapi itu memang menggunakan media air. Para pemain berendam dalam bak yang berasi air dingin bercampur es. "Tujuannya agar keletihan otot dan memar bisa segera pulih," tukas Aditya lagi.
Pada Kamis (03/10/13) pagi, usai jalani sesi latihan yang cukup berat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, para pemain timnas U-19 menjalani terapi tersebut di Hotel Sultan.
Mereka secara bergantian masuk ke dalam empat tong berisi air yang bercampur es batu. "(Hal) itu mereka lakukan setiap hari," kata asisten pelatih, Eko Purjianto.
Terapi itu terlihat menjadi momen menyenangkan bagi para pemain untuk melepas penat. Sembari menunggu rekan yang menjalani terapi, para pemain lain berenang di kolam yang berada tidak jauh dari tong tersebut.
Mereka tertawa, bercanda, dan bercengkerama. Dialek beberapa bahasa daerah terdengar dari mulut para pemain yang berasal dari daerah yang sama.
"Model (terapi) ini cukup membantu pemulihan fisik, seperti pada Piala AFF lalu," bilang Eko.
Pada AFF U-19 lalu, Evan Dimas dkk menjalani jadwal padat. Mereka bermain dengan hanya istirahat sehari antarpertandingan. Kepadatan serupa akan mereka alami pada qualifikasi Piala AFC U-19 nanti.
Usai laga perdana melawan Laos pada 08 Oktober, dua hari kemudian mereka menantang Filipina. Kemudian pada 12 Oktober, Timnas akan menghadapi tim kuat Korea Selatan.