Sekjen PSSI, Joko Driyono, menyatakan status juara tetap ada meski format LPI berubah. Namun perubahan format ini membuat penentuan juara LPI turut berubah.
Joko memastikan, perebutan status juara akan melibatkan Semen Padang, tim yang mendapat tiket lolos sehingga tinggal verifikasi, melawan tim terbaik dari babak play-off yang melibatkan 10 klub.
“Komite Eksekutif (Exco) pertimbangkan ada dua laga pasca play-off. Juara di dua grup bertemu akan beradu dan pemenangnya melawan Semen Padang,” kata Joko pada Kamis (03/10/13).
Penentuan peserta di masing-masing grup baru akan berlangsung dengan proses drawing pada Jumat (04/10/13). Klub yang punya letak geografis serupa akan berada di tempat terpisah.
“Jadi drawing-nya dikondikan secara geografis. Dua tim yang berada satu wilayah tak akan masuk dalam satu grup,” sambung Joko.
PSSI akan bertindak sebagai operator babak play-off hingga penentuan empat klub terbaik. Ketua Komite Kompetisi, Erwin Dwi Budiawan, menjadi penanggung jawab pelaksana pertandingan.
“Drawing sesuai aspek geografis. Persiraja Banda Aceh tak mungkin melawan PSLS Lhokseumawe, lalu PSM Makssar pun tak bakal bertemu dengan Perseman Manokwari,” jelas Joko.
Rencana pelaksaan babak play-off itu masih menunggu jadwal yang sesuai dengan kondisi situasi sepakbola tanah air.
“Penentuan play-off ditentukan PSSI selambat-lambatnya dilaksanakan 13 Oktober, atau setelah laga Timnas U-19 versus Korea Selatan, atau 16 Oktober setelah Timnas menghadapi Cina,” jelas Joko.
Kesepakatan yang tercapai dalam Kongres Luar Biasa Dalam (KLB) PSSI, pada Minggu (17/03/13) adalah unifikasi liga. Peserta KLB secara bulat setujui konsep PT Liga Indonesia.
Konsep penyatuan liga PT Liga mengatur:
1. Unifikasi liga mulai pada 2014, sementara pada 2013 LSI dan LPI masih berjalan sendiri-sendiri.
2. Peserta kasta teratas liga profesional pada 2014 berasal dari 18 klub LSI dan empat klub LPI.
3. Pada 2014 dan 2015 diberlakukan sistem dua promosi-empat degradasi, sehingga pada 2016 hanya 18 klub peserta kasta teratas. Mulai 2016 dan seterusnya, diberlakukan tiga promosi-tiga degradasi.
4. Nama liga tetap Indonesian Super League.
5. Pengelola liga tetap PT Liga Indonesia.
6. Liga Super dan Divisi Utama adalah liga profesional, sementara divisi di bawahnya adalah liga amatir.