Beberapa staf di Persija menekuni kerja sampingan menjelang kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2014 bergulir. Selain mengisi kekosongan waktu, mereka butuh dana karena belum menerima gaji.
Fisioterapis Persija Muhammad Yanizar Lubis mengaku mengisi waktu senggang dengan membuka praktik fisoterapi. Yanizar cukup lega karena bisa membuang kejenuhan.
“Lumayan mengisi waktu lowong sambil menunggu panggilan dari pelatih, kapan mulai dibutuhkan mendampingi tim Persija," kata Yanizar, Kamis (03/10/13).
Gaji Yanizar tertunggak selama tiga bulan di manajemen Persija. Meski tidak menyebut nominal, Yanizar mengaku sangat membutuhkan uang untuk menutupi keperluan rumah tangga.
“Tentu kami berharap secepatnya turun pembayaran gaji atau setidaknya ada pertemuan dengan pemain, pelatih dan manajemen sebagai transparansi informasi," Yanizar menegaskan.
Langkah Yanizar menekuni pekerjaan lain juga terjadi pada Ega Raka Ghalih. Ega yang menjabat sebagai pelatih fisik Persija menangani Benfica FC, klub divisi III di Karawang, Jawa Barat.
"Lumayan, jadi sampingan sambil menunggu pelunasan gaji," kata Ega yang mengaku sudah mendapat izin dari manajemen Persija, sebelum bekerja di Benfica FC.
“Tugas saya hanya sampai tahap penentuan juara regional Jawa Barat. Saya akan kembali ke Persija jika dibutuhkan dalam persiapan musim depan.”