Kaki dan seluruh anggota tubuh ialah aset utama bagi olahragawan, termasuk pesepakbola. Tapi di Indonesia, jaminan kesehatan belum menjadi faktor penting dalam kontrak pemain profesional.
Pembicaraan mengenai asuransi dan jaminan kesehatan mencuat dalam diskusi bulanan APPI di Jakarta. Bima Sakti, mantan kapten Tim Nasional Indonesia, menceritakan pengalaman buruknya.
“Pada 2002, saya mengalami cedera saat membela Timnas senior. Namun Timnas tidak menanggung biaya perawatan hingga saya pulih. Dalam kontrak juga tidak ada jaminan asuransi,” ungkap Bima.
Pernyataan Bima cukup mengejutkan. Tim Nasional di level senior ialah puncak karier yang memberi kebanggaan bagi para pemain karena bermain atas nama bangsa dan negara di tingkat internasional.
Pengalaman Bima menjadi ironis ketika ia membandingkan dengan perlakuan di klubnya semasa di Liga Swedia, Helsingborg. Saat empat jarinya patah, ia mendapat perawatan khusus di rumah sakit.
Sebagai pemain asing dan muda dari bukan negara sepakbola utama, Bima menerima perlakuan selayak profesional. Seluruh biaya perawatannya menjadi tanggung jawab asuransi dari pihak klub.
Sewaktu kembali ke Indonesia, Bima Sakti melihat kenyataan miris. Selain Timnas, banyak klub melakukan kecurangan dengan meniadakan atau bahkan mengingkari klausul jaminan asuransi.
Saat penandatanganan, kontrak menerakan bahwa asuransi akan menjamin bila pemain cedera atau mengalami kecelakaan. Tapi pada kenyataannya, asuransi sering tidak mengklaim biaya perawatan.
Eddi Mak, praktisi asuransi yang menjadi pembicara diskusi, juga mengatakan bahwa aset terpenting pesepakbola adalah kaki. Klub harus memikirkan risiko dan perlindungan kecelakaan di lapangan.
Kondisi klub di Indonesia yang mengabaikan asuransi membuat pemain tidak aman berkarier. Dalam sepakbola profesional, klub seharusnya menjamin perawatan cedera atau kecelakaan pemain.
“Para pemain di Indonesia masih membutuhkan edukasi tentang manfaat asuransi. Harus ada perlindungan untuk mereka dari risiko cacat total atau risiko cedera lain,” kata Eddi Mak.