Evaluasi ISL Musim 2012-2013

Persisam Rugi Rp7 M

Jumat, 4 Oktober 2013 22:13 WIB
Editor: Rawan Kurniawan
 Copyright:

Berapa keuntungan mengelola klub di Liga Indonesia? Jawaban sebaliknya datang dari Persisam Samarinda yang mengaku mengalami kerugian hingga sebesar 7 miliar rupiah dari musim 2012-2013.

Sekretaris Persisam Putra Samarinda Achmad Subhan mengatakan, timnya dapat menutupi kerugian dengan upaya Direktur Utama. Tim Pesut Mahakam bahkan bakal menyelesaikan kewajibannya.

Tanggung jawab utama ialah membayar gaji pemain dan pelatih yang masih tertunggak. Persisam masih punya kewajiban terhadap pemain dan pelatih yang terikat kontrak sampai November 2013.

“Kewajiban pembayaran gaji yang kami tanggung hanya sebulan lagi. Insya Allah, manajeman akan menyelesaikan pada minggu depan,” ujar Subhan yang menyebut sektor lain memberi pemasukan.

Naik tapi Rugi

Subhan mengatakan, ada peningkatan pemasukan. Laporan keuangan menyebutkan, selama satu musim, laga kandang memberi masukan sebesar Rp3,7 miliar, naik Rp300 juta daripada musim lalu.

Pendapatan lain datang dari sponsor utama musim ini, yakni Rp1 miliar dari BPD Kaltim dan Rp205 juta dari Ekstra Joss. Ada pula pendapatan dari a-board Rp255 juta dan iuran asongan Rp91 juta.

Tapi seluruh pemasukan tak cukup untuk membiayai operasional klub. “Estimasi total pendapatan tim selama satu musim sekitar Rp5 miliar, padahal kebutuhan mencapai Rp12 miliar,” kata Subhan.

“Pengeluaran tim meliputi pembayaran gaji pemain dan pelatih, biaya tur dan bonus, dan juga katering hampir. Untuk musim ini, ada sekitar Rp7 miliar kerugian yang terjadi,” papar Subhan.

Untuk mengantisipasi hal serupa tidak terulang pada musim depan, manajemen menggaungkan efesiensi anggaran. Persisam juga akan meningkatkan penghasilan dari sponsor dan tiket penonton.

“Tahun ini kami sudah melakukan penjajakan di beberapa perusahaan nasional untuk menjadi sponsor utama yang bisa menjadi tambahan pendapatan untuk klub,” urai Achmad Subhan.