English Premier League 2013-2014 memberi tekanan kepada juara musim 2012-2013, Manchester United. Hingga pekan 6, MU terlempar dari 10 besar sebelum memainkan pertandingan di Sunderland.
Tekanan kian memberat saat gawang David de Gea terlalu cepat jebol. Belum lima menit main, tim tamu sudah mendapat desakan berupa gol Craig Gardner karena kebodohan kapten MU, Nemanja Vidic.
Gol Sunderland membayangkan ancaman kekalahan lagi bagi MU. Setelah kalah oleh Manchester City dan West Bromwich Albion, United pun hanya seri 1-1 dengan Shakhtar Donetsk di Liga Champions.
Beban Iblis Merah United bertambah karena kesulitan membuat gol balasan sampai babak pertama selesai. David Moyes tetap tidak mengganti pemain MU saat pertandingan memasuki paruh kedua.
Januzaj Ronaldo Baru?
Tidak membawa Marouane Fellaini yang cedera, Moyes mengandalkan anak muda rekan senegara Fellaini, yakni Adnan Januzaj dari Belgia. Januzaj melakukan pertandingan perdana sebagai starter di tingkat senior.
Kepercayaan Moyes mendapat pembenaran. Setelah satu jam menjalani debut selaku pemain inti, Januzaj mendapat peluang membuat gol ketika Patrice Evra menyodorkan bola silang di area depan gawang lawan.
Tembakan Januzaj menghasilkan gol pertama dalam pertandingan perdananya dalam starting line up. Gelandang berusia 18 tahun menumbuhkan harapan penggemar United tentang kemungkinan bintang baru telah terbit.
Lahir pada 05 Februari 1995, Januzaj tepat berusia 10 tahun lebih muda daripada Cristiano Ronaldo, mantan bintang United. Selain kesamaan tanggal lahir, Adnan remaja juga menempati posisi sayap kiri.
Kesamaan lain muncul lagi berupa kemampuan membuat gol. Kurang dari satu menit sesudah memberi karya perdana, Januzaj membobol gawang Sunderland lagi sesudah melihat kesalahan bek lawan.
Menghantam bola sundulan buangan bek Sunderland, Januzaj menghunjamkan gol kedua yang lantas menentukan kemenangan timnya 2-1. MU mengakhiri dua rangkaian kekalahan dengan 3 poin.