Tim nasional U-19 harus makin matang menjelang menjalani qualifikasi AFC U-19, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, 08-12 Oktober 2013 mendatang.
Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, mengatakan, timnya semakin matang berkat kerja maksimal seluruh pemain pemain dan ofisial.
"Soal fisik, para pemain sudah cukup prima, bahkan mengalami peningkatan VO2 Max," ujar Indra pada Minggu (06/10/13).
Menurut Indra, peningkatan VO2 Max (kemampuan maximal paru-paru menghirup oksigen) pemainnya merupakan peran penting dokter tim dan fisioterapis.
Sebab sebelum ataupun sesudah bertanding dan latihan, tim meneliti kondisi pemain. Apalagi situasi pertandingan sebenarnya menuntut kebugaran pemain konsisten lebih dari 2 jam.
"Para pemain juga rutin melakukan krioterapi (terapi menggunakan air sangat dingin)," tutur Indra.
Dr. M. Ikhwan Zein, mantan dokter Timnas U-22 yang mendukung Timnas U-22 di Pekanbaru 2012 silam mengungkapkan hal serupa.
“Coach Indra amat jeli menyiapkan personel di dalam timnya. Selain tim pelatih, sudah ada dokter, terapis, psikolog hingga ahli nutrisi. Tak banyak pelatih yang mau bekerja tim seperti ini,” ujar Ikhwan.
Bagi Ikhwan, determinasi Timnas U-19 muncul karena pola ketat disiplin terhadap kondisi internal dan external pemain.
“Apalagi mereka sudah cukup lama tampil bersama lebih dari satu tahun. Metode sports science dengan konsep sederhana juga dilakukan coach Indra, ini penting,” tutur Zein lagi.
Sementara itu, penjaga gawang Ravi Murdianto butuh waktu beradaptasi selama menjalani pemusatan latihan di Jakarta, terutama kondisi lapangan di SUGBK.
"Lapangan di sini berbeda dengan lapangan yang pernah kami pakai untuk berlatih, sehingga perlu adaptasi, terutama dengan area sekitar gawang dan lampu stadion yang lebih terang," kata Ravi.