Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri, Senin (07/10/13), menolak anggapan ia arogan karena tak takut Korea Selatan, qualifikasi Grup G Piala AFC U-19, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Indra bermaksud mengajak bangsa Indonesia bersikap optimistis. Korea Selatan jadi lawan yang paling berat bagi Indonesia pada Grup G. Selain Korea, Indonesia juga tergabung bersama Laos dan Filipina.
"Jangan takut bercita-cita tinggi. Saya dibilang arogan karena meremehkan Korea Selatan. Mau menang dari Korea Selatan saja dibilang arogan?" ujar Indra.
"Kepercayaan diri kita sudah terpuruk. Jangan mau! Kita adalah negara besar dan kita harus bisa meraih kemenangan," sambung Indra.
Indra juga tegaskan, pemilihan pemain murni kewenangan dia sebagai pelatih, jadi tak ada intervensi dari pihak manapun.
Dalam memilih pemain terdapat kriteria yang menjadi dasar pelatih 50 tahun itu untuk mencoret pemain.
“Saya terapkan promosi-degradasi, jadi kalau ada pemain Piala AFF U-19 yang dicoret, bukan karena intervensi tapi prestasi dia kurang baik. Tak ada pemain titipan,” papar Indra.
Supaya pemain tak merasa itu merupakan keputusan sepihak dari pelatih, mantan pemain PSP Padang itu menjelaskan secara transparan alasan pencoretan pemain.
“Saya beritahukan alasan mengapa dia dipakai dan dia dicoret, jadi saya terapkan transparansi,” tutup Indra.