Nama Sarman El Hakim mengemuka di berbagai media terkait aksinya di KTT APEC, Bali. Dalam aksinya, aktivis MPBSI meminta pemerintah berjuang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.
Menurut Sarman, setelah sukses menggelar KTT APEC di Nusa Dua, seharusnya Indonesia bisa menggelar ajang sebesar Piala Dunia.
"Setelah KTT APEC ini, saatnya Indonesia memperjuangkan kepada FIFA agar bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022," kata Sarman.
Dia mengatakan akan terus berjuang dengan caranya sendiri agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia.
"Kegiatan APEC hanya mendatangkan investor yang membawa proposal dengan penuh persyaratan. Di APEC, hanya 21 negara hadir. Di Piala Dunia, ada sekitar 32 negara,” kata Sarman.
“Mereka akan berdatangan secara sukarela, menghamburkan banyak uang," kata Sarman lagi.
Dalam aksinya, Sarman membentangkan spanduk "Mendukung Piala Dunia 2022 di Indonesia" di perempatan gerbang BTDC Nusa Dua, saat menjelang kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Tindakan Sarman membuat aparat kepolisian menahan dia.
Mungkin di ruang tahanan polisi, Sarman bisa bermimpi dan mengigau lebih jelas hingga Indonesia bisa menggantikan Qatar sebagai penyelenggara Piala Dunia 2022.