Tak Diakui PSSI

Bajul Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 9 Oktober 2013 08:01 WIB
Editor: Daniel Sasongko
 Copyright:

Manajemen Persebaya 1927 yang berlaga di Liga Primer Indonesia, berencana memerkarakan PSSI ke jalur hukum, menyusul kemelut klub itu dengan PSSI.

"Kita akan ajukan gugatan ke pengadilan niaga dan pengadilan umum di Jakarta, terkait status keanggotaan Persebaya yang tidak diakui PSSI," kata Dirut PT Persebaya Indonesia Cholid Goromah, Selasa (08/10/13).

Di laman Antara, Bajul Ijo, melalui Cholid, menyatakan, sikap kesewenang-wenangan PSSI tak akan menyelesaikan masalah. Sikap itu juga jauh dari sportivitas dan fair-play yang merupakan urat nadi sepakbola.

"Kami mendesak PSSI untuk meralat kebijakannya dan mengakui kembali eksistensi Persebaya. Sejarah panjang klub ini tak bisa hilang begitu saja oleh selembar SK atau keputusan tidak berdasar," tegas Cholid.

Manajemen Persebaya 1927 juga mendesak Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo serta pihak terkait untuk turun tangan membantu penyelesaian masalah itu.

"Menpora selaku wakil dari negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan tidak ada anak bangsa ini yang ter-dzolimi," tambah Cholid.

Cholid juga meminta awak Persebaya untuk mereka untuk tetap tenang. Dia menjamin manajemen akan segera menuntaskan hak-hak pemain yang belum terselesaikan.

"Semua masalah yang ada di Persebaya selama tahun 2013, termasuk soal gaji, sudah saya serahkan sepenuhnya kepada konsorsium. Mereka menjanjikan secepatnya akan diselesaikan," tutur Cholid.

Hanya Empat Klub

Pada awal Oktober, PSSI melalui rapat Komite Eksekutif (Exco) di Jakarta memutuskan kelanjutan kompetisi LPI memakai format play-off plus terbagi dua grup di Jepara dan Bantul.

Dari 16 klub yang berlaga di IPL, hanya 11 klub yang berhak mengikuti proses unifikasi dengan Liga Super Indonesia. Hanya empat klub terbaik yang berhak berpartisipasi dalam kompetisi baru di Indonesia.

Ke-11 klub, Semen Padang, Pro Duta, Perseman Manokwari, Persiba Bantul, PSM Makassar, PSIR Rembang, Persijap Jepara, Persepar Palangkaraya, Persiraja Banda Aceh, PSLS Lhokseumawe, dan Bontang FC.

Di lain pihak, mess Persebaya di Karanggayam, Surabaya, terlihat kosong, sejak PSSI memutuskan kompetisi LPI tuntas lebih awal. Sampah berserakan di mana-mana.

Menurut salah seorang penjaga, Faisol, Selasa siang, mess sudah kosong, sepi, dan tak berkegiatan sejak Persebaya melawat ke Lhokseumawe, Aceh, sepekan lalu.