Kasus di Liga Bulgaria

Fans Telanjangi Pelatih

Rabu, 9 Oktober 2013 16:23 WIB
Editor: Rawan Kurniawan
 Copyright:

Ivaylo Petev berumur lebih tua tiga tahun daripada André Villas-Boas, manajer Tottenham Hotspur, yang pernah juara Liga Portugal. Tapi dalam usia 38, Petev ialah pelatih muda sukses di Bulgaria.

Petev mempersembahkan gelar juara Liga Bulgaria selama dua musim beruntun untuk Ludogorets sebelum pindah ke Levski Sofia. Petev juga berpengalaman juara semasa jadi pemain Litex Lovech.

Tapi fans Levski tak terkesan dengan pengalamannya sebagai sosok juara. Mereka bahkan berani menyerang Petev saat akan melakukan konferensi pers pada perkenalannya di markas klub.

Lusinan pendukung mencaci-maki Petev di ruang jumpa pers Stadion Georgi Asparuhov. “Kau tak diterima di sini! Pergi! Buka kostum itu! Levski tidak akan main di bawah pimpinanmu,” teriak fans.

Selasa setempat atau Rabu WIB, fans menuding Petev ialah penggemar CSKA Sofia, klub rival di ibukota Bulgaria. Kelompok ultras tak sudi, seorang pendukung musuh menjadi pelatih baru levski.

Mereka memaksa pelatih baru menanggalkan baju tim. Fans tak perduli meski Petev hadir bersama presiden klub, Nasko Sirakov, yang merupakan striker legendaris dan top scorer abadi Levski Sofia.

Pelatih baru menyerah pada kehendak ultras yang marah. Tapi Sirakov menjamin, tidak merekrut pelatih lain, semisal Paolo Di Canio, pelatih urakan asal Italia yang kena pecat dari Sunderland.

Petev belum berkomentar. Tapi pemilik Levski, Todor Batkov, menyatakan “insiden memalukan itu tidak boleh terulang. Kami tetap dengan keputusan bahwa Ivaylo Petev tetap pelatih baru Levski.”

Atau justru nanti Petev pindah ke Inggris dan menggantikan Di Canio? Sebab ia pasti iri melihat Gustavo Poyet bisa tenang melakukan konferensi pers pertamanya sebagai manajer Sunderland!