Saat Indonesia menghadapi Laos, dan menang 4-0, Selasa malam kemarin, pendukung Indonesia tak seantusias saat Tim Garuda Muda menjuarai Piala AFF U-19 di Jawa Timur, September 2013.
Banyak sektor penonton di stadion yang tampak lengang, tidak ada antrean panjang di loket penjualan tiket sampai menjelang kickoff. Sejumlah suporter merasa harga tiket terlalu mahal.
Sebelumnya, panitia pelaksana pertandingan mengumumkan harga tiket mulai dari Rp 50 ribu, lalu di atasnya Rp 100 ribu, 200 ribu, 250 ribu, 500 ribu, dan 1 juta rupiah yang paling mahal.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Panitia Penyelenggara bagian tiket, Eddy Prasetya, Rabu (09/10/13) menegaskan, bahwa pihaknya tidak bisa begitu saja menurunkan harga tiket pertandingan.
"Soal harga, kami nilai sudah murah kok. Jika dibanding lawan China (15 Oktober mendatang). Tidak mungkin kami turunkan harganya, karena bisa mengubah semua perizinan,” tegas Eddy.
“Harga tersebut sudah tetap hingga akhir. Kalau berlangsung di Jawa Timur, harganya juga akan naik karena ini levelnya AFC," ujar Eddy kepada wartawan.
Eddy menjelaskan, pihaknya juga merasa kaget melihat stadion yang cukup sepi, padahal pada penjualan online telah habis sekitar 13 ribuan.
Maka dari itu, dia akan mengusahakan cara lain supaya di dua laga Indonesia berikutnya penonton lebih banyak hadir ike stadion dan memberi dukungan pada Timnas Indonesia.
"Tiket yang lewat online jumlahnya lumayan. Nyatanya penjualan di loket tidak ngangkat. Jumlah pasti penonton yang datang saya belum tahu. Tapi kalau pemasukan Rp 250 juta," sambung Eddy.
"Mungkin promosi kurang. Nanti kami akan push. Saya akan kontak pihak RCTI juga agar dipromosikan, sehingga tuan rumah menang, dan pendapatan juga dapat," ucap Eddy Prasetya.