Qualifikasi Piala Asia U-19

Telepon Hagi Sebelum Main

Kamis, 10 Oktober 2013 23:38 WIB
Editor: Rawan Kurniawan
 Copyright:

Muhammad Hargianto memecahkan tembok pertahanan Filipina dengan gol dari sepak bebas. Gol indahnya terjadi di depan orangtua dan kerabatnya yang menonton di Stadion Gelora Bung Karno.

Seusai pertandingan, INDOSPORT menghampiri keluarga Hargianto atau yang memiliki panggilan Hagi. Orangtuanya merasa senang dan bangga atas prestasi sang putra yang menyumbangkan 1 gol.

Sigit Setiawan, ayah Hagi, mengatakan bahwa anaknya selalu menghubungi sebelum pertandingan. “Hagi selalu telepon saya sebelum bertanding untuk minta doa,” ujar Sigit, Kamis (10/10/13) malam.

Sigit mengatakan sejak kecil Hagi memang sudah berkeinginan untuk menjadi pesepakbola. Orangtua lantas memasukkan Hagi ke salah satu sekolah sepak bola (SSB) di daerah Cengkareng.

“Kami hanya mengarahkan saja. Selanjutnya biar Hagi yg mengikuti keinginannya untuk menjadi pesepakbola,” tutur Sigit yang memboyong 20 anggota keluarga untuk menonton di Senayan.

Hubungan Sigit dan anaknya sangat akrab. Hagi menyebut ajaran ayahnya tentang “ilmu padi yang makin rendah, makin berisi” mengingatkan ia untuk tidak menjadi sombong ketika berhasil.

Ayahnya mengajarkan dan menekankan Ilmu Padi sejak kecil hingga Hagi menapaki karier sebagai pesepakbola. Menurut Hagi, Ilmu Padi membuat dia tidak cepat berpuas diri akan prestasinya.

Pamor Hagi mulai melejit saat dia menjebol gawang Timor Leste dalam pertandingan Piala AFF U-19, 20 September 2013 kemarin. Gol Hagi yang mengantarkan Indonesia ke babak final.

Berkat ilmu padi dan dukungan ayahnya pula, Muhammad Hargianto alias Hagi menuai satu gol lagi di qualifikasi Piala Asia U-19. Gol ke gawang Filipina menjadi awal Indonesia U-19 menang 2-0.