Arsène Wenger sekarang merupakan pelatih paling lama memegang sebuah klub besar di Premier League inggris. Wenger melatih Arsenal sejak 1996 atau sudah 17 musim tidak berganti tim lain.
Pada 22 Oktober 2013 mendatang, Arsène akan berusia 64. Sejak Sir Alex Ferguson pensiun dari Manchester United, Wenger menjadi pelatih tertua yang berkarier di Premier League 2013-2014.
Akan berapa lama lagi dia menangani Arsenal? Wenger tidak memastikan. Tapi sebagai orang Prancis, dia menyatakan betah bekerja dan tinggal di Inggris karena kesamaan filosofi sepakbola.
“Bukan tidak mungkin saya akan tetap tinggal di Inggris jika terus bekerja di sini,” kata Arsène Wenger. “Saya merasa sangat nyaman di negeri ini karena kita berbagi minat tentang sepakbola.”
“Saya sangat berterima kasih kepada negeri ini karena telah menerima saya dan memberi saya kesempatan,” lanjut Wenger yang tiba di Inggris setelah melatih Nagoya Grampus Eight di Jepang.
Kalau pun kelak pensiun, Wenger berharap bisa menambah jumlah trofi Liga Inggris. Dengan arahannya, Arsenal tiga kali juara Premier League pada musim 1997-1998, 2001-2002, 2003-2004.
Hingga pekan 7 musim 2013-2014, Arsenal berbagi tempat di peringkat teratas bersama Liverpool dengan poin (16) dan selisih gol (6) yang sama. The Gunners hanya unggul dalam produktivitas.
Wenger Jarang Berdoa
Prestasi Arsenal terkait dengan kehadiran pemain pindahan dari Real Madrid, Mesut Özil, yang beragama Islam. Bagaimana pandangan Wenger yang Katholik terhadap peran agama?
Saat menghadiri pameran sepakbola di Museum Yahudi di London, Inggris, Wenger menyatakan pendapatnya. Bagi dia, agama penting dalam semua aspek kehidupan, termasuk olahraga.
“Bagi Muslim, Jumat sangat penting. Bagi Yahudi, Sabtu ialah hari yang sangat penting. Bagi Katholik, Minggu sebagai hari penting. Saya hormati hal itu. Saya hormati nilai tiap agama,” kata Wenger.
“Saya rajin berdoa semasa kanak-kanak karena saya didik di lingkungan Katholik,” tambah Wenger. “Agama berpengaruh kuat. Kami perlu minta izin pastor agar boleh main bola pada Minggu sore...”
“Sekarang saya kurang beribadah karena bila anda berada di bawah tekanan, anda memikirkan hanya pertandingan. Bagaimana saya bisa menang? Anda menjadi sedikit pragmatis,” kelit Wenger.
Mungkin Wenger – yang berjuluk The Professor – sudah lupa beberapa kali doa? Atau setelah belasan tahun, Arsène Wenger sudah menjadi ‘tuhan baru’ bagi The Gooners (penggemar Arsenal)?