Arema Indonesia membutuhkan dana lebih dari musim lalu. Anggaran dana itu mencapai mencapai Rp45 miliar.
"Anggaran yang dibutuhkan memang lebih banyak dari musim 2013, karena pada musim depan Arema tidak hanya mengikuti kompetisi di dalam negeri,” tegas CEO Arema Iwan Budianto di Malang, Senin (14/04/13).
Kepada Antara Iwan menuturkan, Singo Edan juga akan berlaga di AFC Cup dan Piala Indonesia, selain Liga Super Indonesia. Karena itu kebutuhan tim meningkat pesat.
Iwan juga memberi konfirmasi, manajemen Arema masih menghitung secara detail kebutuhan anggaran musim depan. "Setelah kita hitung baru kita ajukan anggaran ini kepada pemilik," lanjut dia.
Sebenarnya, menurut Iwan, peningkatan dana itu hanya pada laga tandang karena bertambahnya jumlah kontestan, yakni dari 18 klub pada musim 2013 menjadi 22 klub pada musim depan.
Pengajuan tambahan anggaran itu berbarengan dengan tekad manajemen Singo Edan menggenjot pendapatan iklan. Itu untuk menyeimbangkan kas keuangan tim.
Saat ini manajemen Arema mulai gencar mencari sumber pemasukan baru, baik dari iklan berupa advertorial board (a-board), electronic board (e-board) maupun sponsorship.
"Kami upayakan dalam waktu dekat iklan board ini sudah bisa kami realisasikan, sehingga pemasukan yang diharapkan mampu menopang kebutuhan anggaran operasional tim bisa maksimal," ujar Fuad Ardiansyah.
Manajer bisnis dan pengembangan Arema itu menyatakan, pemasukan Arema dari iklan a-board musim lalu mencapai Rp2 miliar. Musim ini Fuad menargetkan peningkatan mencapai 100% atau jadi Rp4 miliar.