PSSI dengan tegas menolak mengalihkan status Evan Dimas Darmono dari pemain amatir ke profesional. PSSI berdalih tidak mengakui Persebaya 1927 yang merupakan klub asal Evan Dimas Darmono.
Evan menjadi perbincangan topik hangat di Tanah Air, khususnya anak remaja, usai memimpin Indonesia U-19 menjuarai Piala AFF U-19 edisi 2013 dan mencapai putaran final Piala Asia 2014.
“Terkait Evan Dimas, seharusnya PSSI tahu diri dan punya rasa malu. Bukan justru bersikap seperti anak TK yang selalu iri jika ada orang berprestasi,” kecam Nasrullah Larada, Senin (14/10/13).
Nasrullah, anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Amanat Nasional (PAN), meminta PSSI mengapresiasi kinerja Evan dengan memberi kesempatan luas mengembangkan karier.
Nasrullah menegaskan PSSI sudah tidak punya harga diri lagi dengan tidak mengangkat status Evan yang tidak berpolitik seperti pengurus PSSI. Evan justru mati-matian mengembalikan martabat sepakbola Indonesia.