Seluruh awak tim Inggris kini berdoa agar tragedi 40 tahun lalu tak terulang. Pada 1973, Polandia merebut tiket Piala Dunia 1974 dan menyingkirkan Tim Tiga Singa sesudah imbang 1-1 di London.
Sekarang Stadion Wembley Baru menjamu Polandia lagi. Meski tamu sudah tidak punya ambisi untuk pergi ke Brasil 2014, Inggris tidak boleh membiarkan mereka meraih 1 poin atau bermain imbang.
Hasil seri hanya menempatkan Inggris pada situasi menegangkan. Jika Ukraina menang atas tim terlemah, San Marino, konstelasi Grup H berubah karena ada kudeta posisi di tempat teratas.
Inggris unggul hanya 1 poin dari Ukraina yang menempati peringkat 2. Dua negara wajib menang untuk menjamin tempat di Brasil atau satu dari mereka tanding di fase playoff untuk berharap dapat jalan lain.
Sebagai penyemangat, pelatih Inggris menunjuk hasil selama qualifikasi di Eropa. Steven Gerrard cs belum pernah kalah dan paling produktif dengan selisih gol baik, plus 25, dan tak memikirkan playoff.
“Kami tidak mendiskusi soal playoff. Kami harus berpikir, ini stadion kami, ini pendukung kami, kami tim yang bagus, kami akan menang. Saya yakin begitu pikiran pemain,” kata Hodgson sebelum tanding.
Roy Hodgson juga berusaha mengabaikan fakta bahwa akan ada 18.000 fans Polandia di Wembley. Main tanpa beban pun bisa membuat tim tamu mendapat kekuatan tambahan untuk menaklukkan Inggris.
Pelatih Polandia, Waldemar Fornalik mengatakan, pasukannya bukan tanpa rencana. Striker Robert Lewandowski dan rekan tetap ingin merebut kemenangan membanggakan pada penutup qualifikasi.
Bersama kapten Jakub Blaszczykowski, Lewandowski mendendam pada Stadion Wembley. Mereka dan klub Borussia Dortmund kalah 1-2 di final Liga Champions oleh Bayern München, Mei 2013.
Sejarah mana akan terulang? Lewandowski menyamai generasi 1973 atau dia kalah lagi ketika membela Polandia menantang tim Gerrard yang mendambakan kemenangan untuk lolos ke Piala Dunia 2014?