Saat acara menyambut peringatan Sumpah Pemuda di Gedung Sumpah Pemuda, Jakarta, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) memberi komentar lagi tentang Tim Nasional Indonesia U-19.
“Saya sangat tegas tentang larangan pemain Timnas U-19 bermain iklan,” ucap Roy Suryo tentang kemungkinan Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan melakukan aktivitas di luar pertandingan.
Beberapa waktu setelah Timnas U-19 juara Piala ASEAN dan kemudian lolos sebagai juara grup qualifikasi Piala Asia, Roy Suryo mengatakan agar para pemain tidak menjadi bintang komersial.
Meskipun banyak pihak mencibir karena menteri mengatur soal iklan, Menpora yakin kebijakannya untuk kebaikan bersama. Roy ingin para pemain konsentrasi pada latihan, bukan jadi 'manekin'.
Namun dalam perkembangan, muncul kabar beberapa pemain mendapat godaan untuk tampil di iklan. Alasan ekonomis dan praktis mendasari kemungkinan para pemain menerima tawaran iklan.
Setelah tampil di qualifikasi Piala Asia U-19, para pemain libur. Kompetisi di dalam negeri belum berputar. Pemain yang tergabung di SAD Indonesia juga belum kembali ke Liga Remaja di Uruguay.
“Saya tidak melarang bila kepentingan iklan itu tidak menonjolkan satu sosok namun satu kesatuan. Kalau mereka tampil bersama, itu akan bagus untuk menunjang kekompakan tim,” tambah Roy.
Bila pemain tak boleh menambah penghasilan dari iklan, adakah kompensasi dari pemerintah? Roy mengaku hingga saat ini pemerintah belum menjamin secara konkret kesejahteraan para pemain.
“Memang belum ada. Namun kita tetap support, minimal dengan memberikan regulasi ataupun memberikan fasilitasi yang dibutuhkan,” tutup Menpora Roy Suryo kepada INDOSPORT.