Asa pemain, pelatih dan perangkat tim Persebaya 1927 untuk mendapat hak masih jauh dari kata tuntas. Dua sosok top level PT Pengelola Persebaya Indonesia (PT PPI) belum bisa membantu.
CEO Cholid Ghoromah dan Komisaris Utama Saleh Mukadar merasa urusan legalitas tim yang berlaga di Indonesia Primer League (IPL) lebih penting daripada hak pemain dan keluarganya.
Cholid bahkan melimpahkan problem keuangan kepada konsorsium. Ia menunjuk konsorsium IPL bertanggungjawab untuk masalah gaji pemain.
“Soal gaji pemain, nanti akan diselesaikan konsorsium di Jakarta. Saya berkomitmen ikut mendesak konsorsium supaya persoalan gaji diselesaikan secepatnya,” umbar Cholid Ghoromah.
Cholid menegaskan, sejak awal ia sudah meminta konsorsium Persebaya IPL membayar tunggakan gaji pemain. Menurut Cholid, pemain memang berhak menerima gaji karena terikat kontrak.
“Insya Allah, awal November sudah ada kabar kepastiannya kapan dicairkan. Informasinya konsorsium akan menyelesaikan setiap persoalan, terutama gaji pemain,” ucap Cholid.
Ia mengaku sebenarnya tim memiliki dana dari hak siar Kompas TV. Namun manajemen mengalihkan dana untuk gaji pemain menjadi biaya away di laga terakhir ke Aceh, September lalu.
“Saat sebelum ke Aceh, Persebaya tidak ada dana. Bahkan manajer Saleh Hanifah dan bendahara Farid berutang demi tim,” jelas Cholid yang merupakan mantan asisten manajer Persebaya.
“Begitu ada dana dari hak siar, kami pakai untuk biaya ke Aceh,” ujar Cholid yang menambahkan bahwa penggunaan dana untuk transportasi dan akomodasi, juga operasional Mess Persebaya.
“Kami akhirnya memutuskan untuk menyelamatkan mess Persebaya,” beber Cholid yang juga berharap mendapat bantuan dari pengacara untuk menuntut hak pemain ke konsorsium.
“Kami sudah didampingi lawyer, semoga nanti juga akan mendampingi pemain supaya ikut mendesak konsorsium membayar gaji pemain,” tutup mantan manajer tim Assyabaab Salim Group.
Hingga saat ini, manajemen belum membayar 50 persen gaji Desember 2012, Januari, Februari, Mei dan Agustus 2013. Bahkan klub berutang 100 % pembayaran Juni, Juli, September, Oktober 2013