Tudingan Brasil merespons keputusan Diego Costa yang lebih memilih memperkuat tim senior Spanyol. Di tubuh Costa yang lahir di Lagarto, Brasil, bercampur darah Brasil dengan Spanyol.
Keputusan Diego da Silva Costa memilih Spanyol berbuntut panjang. Sesuai konstitusi di Brasil, status kewarganegaraan Costa segera tercabut dari tanah kelahirannya.
“Saya tidak ragu Costa tergoda oleh tekanan Spanyol karena tergoda uang," kata Carlos Eugenio Lopes selaku direktur hukum CBF.
Lopes mengklaim Presiden CBF Jose Maria Marin telah memberi izin untuk membahas masa depan Costa dengan menteri kehakiman soal status kewarganegaraan Costa.
“Mulai sekarang, Diego Costa adalah persona non-grata di tim Brasil. Setelah ini pemain lain tidak akan menyambutnya,” tegas Lopes.
Costa tidak sembarang memilih. Pemain yang kini memperkuat Atlético Madrid merasa lebih berpeluang bermain atas nama negara dengan bendera Spanyol.
“Ini keputusan yang sulit karena memutuskan antara negara tempatmu dilahirkan dan Spanyol, negara yang telah memberikan segalanya,” kata Costa soal keputusan meninggalkan Brasil.
“Saya merasa melakukan langkah tepat untuk Spanyol karena telah melakukan segalanya di sini. Saya merasa lebih dihargai di Spanyol. Saya punya keluarga di Brasil dan berharap orang-orang mengerti.”
Diego hijrah ke Eropa saat membela Braga di Portugal saat berusia 18 tahun tidak masuk dalam rencana pelatih Brasil Luis Felipe Scolari. Padahal Costa berambisi tampil di Piala Dunia 2014 yang berlangsung di Brasil.
“Saya tak mengatakan Costa akan dipanggil. Saya hanya mengatakan dia merupakan satu dari 45 pemain yang kami pertimbangkan dan mungkin dipanggil,” jelas Scolari.
Selain Atlético, Costa pernah membela beberapa klub di Spanyol, seperti Celta de Vigo, Albacete, Real Valladolid dan Rayo Vallecano.
Costa belum terikat dengan Brasil karena baru dua kali berseragam Brasil saat melawan Italia dan Rusia, Maret 2013, dalam pertandingan berstatus duel persahabatan.